RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com โ Respon cepat terkait isue dugaan beredarnya susu kemasan kadaluwarsa pada saat pelaksanaan MBG di SD Negeri 02 Kota Waisai, Kamis, (27/11/25).
Kabag Ops Polres Raja Ampat, AKP Muhadi SH bersama Anggota reskrim meninjau langsung lokasi sekolah SD Negeri 02 Waisai, sebagai upaya klarifikasi ke pihak sekolah.
Setibanya di sekolah Kabag Ops bersama Anggota Reskrim Polres Raja mendapatkan informasi terkait salah satu orang tua murid yang menemukan kemasan susu tersebut pada saat pembagiam MBG.
Kemudian Kabag Ops Polres Raja bersama beberapa Anggota Reskrim mencari tahu keberadaan rumah dari orang tua tersebut dan menyampaikan keterangan sebagai berikut;
Saat pulang sekolah si anak membawah paket pembagian MBG, namun orang tua dari anak itu merasa ada keganjalan ketika melihat tulisan masa kadaluarsa dari kemasan susu cokelat 110 ml yang bertuliskan “OCT 25” sehingga hal tersebut dilaporkan ke grup orang tua murid SDN 02 Waisai, (wa terlampir).
Namun, kemungkinan ada anggota group SD Negeri 02 Waisai yang juga merupakan Orang tua murid dari siswa-siswi lainnya yang sengaja menyebarluaskan sehingga terpublish di beberapa media online.
Kemudian Kabag Ops dengan Anggota Reskrim Polres Raja Ampat mengamankan kotak susu kemasan yang diduga telah kadaluarsa dan sudah tidak berisi, (sudah di buang oleh orang tua murid)
Upaya kordinasikan dengan pihak SPPG MBG 3 Kota Waisai juga dilakukan oleh Kabag Ops bersama Anggota Reskrim dan terdapat perbandingan antara kadaluwarsa di tahun angka 2025 (angka 5!) berbeda dengan angka 2026 (angka 6).ย (Perbandingan terlampir)
Kesimpulan Sementra :
- Pihak Polres Raja Ampat segera mengambil langkah dengan merespon info dari media tersebut sebagai bentuk pengawasan kebijakan pemerintah agar tidak memunculkan berbagai opini.
- Polres Raja Ampat belum dapat menyimpulkan karna harus disimpulkan secara profesional, proporsional dengan melibatkan ahli serta asal usul dari kemasan susu tersebut.
- Dalam dugaan ini belum ditemukan adanya siswa yang menjadi korban akibat mengonsumsi susu kemasan yang diduga telah kadaluwarsa.