Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar sosialisasi tentang dampak bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang bagi anak usia sekolah sebagai upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.
Kegiatan ini berlangsung di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong Papua Barat Daya, pada Selasa, (28/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi muda Papua Barat Daya menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, para narasumber, dewan guru, serta para siswa-siswi dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Papua Barat Daya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun benteng diri para pelajar agar mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan sekitar, khususnya narkotika, minuman keras, dan obat-obatan terlarang.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun benteng diri siswa agar mampu menolak pengaruh narkoba melalui penguatan iman, moral, dan karakter,” ujar Adolof dalam arahannya.
Ia menegaskan bahwa generasi muda Papua Barat Daya harus dijaga agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka sebagai penerus pembangunan daerah maupun bangsa.
Menurutnya, pendidikan tentang bahaya narkoba harus diberikan sejak dini agar para pelajar memahami dampak buruk penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik maupun mental.
“Pola hidup sehat sangat penting untuk menanamkan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental,” katanya.
Tonton Juga Lagu Terbaru Anak Sorong
👇👇👇
Antara Hidup dan Akhir Hayat
Selain itu, Adolof juga memperkenalkan langkah pencegahan melalui pendekatan “AKSI CERIA”, yaitu cermat memilih pergaulan, edukasi teman sebaya, rajin beribadah, inovatif, dan mengajak melapor jika menemukan korban penyalahgunaan narkoba.
Ia menilai pendekatan tersebut penting agar para siswa tidak hanya memahami bahaya narkoba secara teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil tindakan pencegahan di lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan itu, Adolof menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai zona aman yang terbebas dari peredaran narkoba maupun obat-obatan terlarang jenis baru.
“Sekolah harus menjadi zona aman dan bebas dari peredaran obat-obatan terlarang, termasuk jenis baru dan daftar G,” tegasnya.
Ia juga meminta para guru untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap perubahan perilaku siswa sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Guru harus aktif mengawasi perilaku siswa dan mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba sejak dini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap para pelajar semakin memahami bahaya narkoba dan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga diri serta lingkungan sekolah dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.
Sosialisasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda Papua Barat Daya yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan Indonesia Emas 2045.