Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Tokoh pemuda Maybrat, Yanto Ijie yang juga menjabat sebagai Ketua Foppera Papua Barat Daya, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Maybrat dalam menyelesaikan berbagai perbedaan pendapat pasca pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV.
Pernyataan ini disampaikan pada saat jumpa pers di salah satu cafe di Kota Sorong Papua Barat Daya pada Kamis (30/04/2026).
Menurut Yanto, respons sigap yang ditunjukkan Bupati Maybrat, Karel Murafer, menjadi kunci dalam meredam dinamika yang sempat menghambat aktivitas pemerintahan. Ia menilai upaya tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari aparat keamanan TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga anggota DPR yang turut berkolaborasi menjaga stabilitas daerah.
“Ya kita memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat, dalam hal ini Bupati Maybrat Karel Murafer yang mana telah secara cepat menyelesaikan berbagai perbedaan-perbedaan pendapat pasca pelantikan pejabat,” ujar Yanto.
Ia juga menyoroti pelantikan sekitar 503 pejabat eselon sebagai langkah besar dalam penataan birokrasi di Kabupaten Maybrat. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Papua Barat Daya setelah kepala daerah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri.
“Ini mungkin menurut catatan kami adalah pelantikan pejabat terbanyak di Papua Barat Daya, dan tentunya patut diapresiasi,” katanya.
Lebih lanjut, Yanto mengungkapkan bahwa sekitar 99 persen dari pejabat yang dilantik merupakan Orang Asli Papua (OAP). Hal ini dinilai sebagai bukti nyata implementasi otonomi khusus yang berpihak kepada masyarakat asli Papua.
“Artinya bahwa di Kabupaten Maybrat hari ini secara nyata telah menerapkan otonomi khusus yang sesungguhnya berpihak kepada orang asli Papua,” ungkapnya.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Maybrat demi mewujudkan daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
“Mari kita bahu-membahu, bergandeng tangan, bergotong royong mendukung Bupati dan Wakil Bupati untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan,” ajaknya.
Yanto juga menekankan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam dinamika pemerintahan, selama diselesaikan dengan cara-cara yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan tidak merugikan masyarakat luas.
Selain itu, ia mengimbau kepada pihak-pihak yang belum terakomodir dalam pelantikan agar tetap bersabar dan memberikan kepercayaan kepada pemerintah daerah.
“Ingat bahwa besok itu belum kiamat. Masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati masih ada kurang lebih tiga tahun ke depan, sehingga pasti ada ruang untuk mengakomodir yang belum terakomodir hari ini,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan pentingnya kesabaran dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Sabar itu penting. Sabar itu mendatangkan kebaikan, sabar itu menghasilkan sesuatu yang aman dan damai,” pungkas Yanto.