RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Kepala Suku, Dewan Adat Suku Betew Kafdarun (DAS BETKAF) Yance Mambrasar akhirnya angkat bicara terkait tudingan seorang senator PFM kepada Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua Barat Daya, Mesak Mambraku.
Pada Konferensi Pers yang berlangsung di sekretariat BETKAF, Rabu (29/4/26), Ia menjelaskan bahwa anggaran 10 miliar tersebut merupakan kompensasi atau ganti rugi lingkungan yang diakibatkan karamnya kapal Caledonia Sky di perairan Meosmansar pada 2024 lalu.
”Secara mekanisme untuk melakukan proses pencairan dana tersebut tidak dapat dilakukan secara personal namun melalui lembaga Adat maka kami dari Dewan Adat Suku Betew Kafdarun dan Dewan Adat Suku Maya diminta Kementerian Lingkungan Hidup untuk Hadir di Jakarta,” ujarnya
Yance Mambrasar juga mempertegas pernyataannya terkait keterlibatan Mesak Mambraku dalam proses pencairan anggaran tersebut, dengan kapasitas sebagai Sekretaris Dewan Adat Suku Betew Kafdarun bukan sebagai Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua Barat Daya.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
Yance menerangkan bahwa sempat terjadi tarik ukur antara kedua Lembaga Adat terkait pembagian anggaran kompensasi dari pemilik kapal Caledonia Sky. Namun, keduanya bersepakat untuk dibagi sama rata yakni, DAS Maya 5 miliar DAS BETKAF 5 miliar.
Demi pembuktian kebenaran dengan pemulihan nama baik dari Mesak Mambraku, Yance mendukung penuh jalur hukum yang ditempuh oleh Ketua Pokja MRPBD.
“Kami mendukung proses hukum ini agar kebenaran dapat terungkap secara objektif dan adil,” pungkasnya.