Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Provinsi Papua Barat Daya melalui apel yang digelar di Lapangan Modern City, Kawasan Reklamasi Kota Sorong, pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., Kepala BPS Provinsi Papua Barat Ir. Merry, M.P., serta perwakilan Pemerintah Kota Sorong yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sorong, James Burung, S.Sos., M.M.
Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di seluruh wilayah Papua Barat Daya. Pendataan ini bertujuan memotret kondisi dan perkembangan ekonomi daerah melalui pencatatan seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha besar hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus melakukan pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat.
Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Ir. Merry, M.P., menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan Sensus Ekonomi yang kelima secara nasional.
Menurut Merry, sebanyak 676 petugas sensus akan diterjunkan di seluruh Papua Barat Daya. Kota Sorong menjadi wilayah dengan jumlah petugas terbanyak, yakni 190 orang. Berdasarkan data administrasi BPS, saat ini terdapat sekitar 53 ribu unit usaha di Papua Barat Daya yang terdiri atas 247 usaha besar dan sekitar 51 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Data yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, termasuk pembinaan UMKM, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, serta pengukuran pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Merry.
Selain mendata aktivitas usaha, BPS juga akan melakukan pemutakhiran data sosial ekonomi keluarga. Data tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program perlindungan sosial dan pembangunan yang lebih efektif serta tepat sasaran.
Video Viral
👇👇👇
AG Bantu Bahan Bangunan
Rumah Kumuh Kota Sorong
Pemerintah Kota Sorong menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Mewakili Wali Kota Sorong, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sorong, James Burung, mengatakan bahwa sejak April 2026 pemerintah daerah telah berkolaborasi dengan BPS Kota Sorong dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami berharap upaya sosialisasi yang dilakukan dapat membantu petugas sensus menjangkau seluruh masyarakat di 10 distrik dan 41 kelurahan di Kota Sorong, sehingga pelaksanaan sensus berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas,” kata James.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional selama satu dekade ke depan. Karena itu, ia meminta seluruh petugas sensus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas.
“Saya hadir karena sensus ini sangat penting. Hasil sensus yang saudara kumpulkan akan menjadi dasar pembangunan Indonesia dan Papua Barat Daya untuk 10 tahun ke depan. Karena itu, data yang dikumpulkan harus akurat dan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan,” tegas Elisa Kambu.
Gubernur juga mengajak seluruh petugas sensus untuk bekerja dengan fokus, penuh dedikasi, serta menjadikan pelaksanaan sensus sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan riset dan pengalaman di lapangan.
Apel pencanangan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Barat Daya dan Kota Sorong, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Rektor Universitas Victory Sorong, perwakilan pelaku usaha, Kepala BPS Kabupaten Sorong, Kepala BPS Kabupaten Raja Ampat, serta para petugas Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Provinsi Papua Barat menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Papua Barat Daya dan Pemerintah Kota Sorong yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sorong. Acara juga dirangkaikan dengan penyematan atribut Petugas Sensus Ekonomi 2026 oleh Gubernur Papua Barat Daya didampingi perwakilan Pemerintah Kota Sorong, serta pengguntingan balon udara sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Papua Barat Daya. (***)