Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali ditunjukkan mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Agroteknologi turun langsung ke lahan pertanian untuk melaksanakan aksi pemupukan tanaman cabai dan bawang daun bersama Kelompok Tani (Poktan) Margotani, pada Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang didampingi dosen pembimbing, Dr. Ajang Maruapey, S.P., M.P., yang akrab disapa Dr. Amar, berlangsung di lahan milik salah satu anggota Poktan Margotani, Prayono atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Yono.
Pemupukan dilakukan pada tanaman cabai dan bawang daun yang telah berusia satu bulan setelah tanam, fase penting dalam mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman.
Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan hangat dari para petani. Mbah Yono mengaku sangat terbantu dengan keterlibatan mahasiswa dalam proses perawatan tanaman.
“Hadirnya kelompok adik-adik mahasiswa dari UNAMIN sangat membantu meringankan beban kerja saya dan istri saya,” ujar Mbah Yono.
Selain membantu petani, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Salah satu peserta, Dian Fatma Sari, mengatakan pengalaman di lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata mengenai dunia pertanian.
“Melalui kegiatan ini kami bisa melihat langsung kondisi pertanian di lapangan, memahami tantangan petani, sekaligus menerapkan ilmu yang telah dipelajari,” katanya.
Menurut Dian, sektor pertanian memiliki prospek yang besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia pun mengajak generasi muda agar tidak ragu memilih Program Studi Agroteknologi sebagai pilihan pendidikan tinggi.
Video Viral
👇👇👇
AG Bantu Bahan Bangunan
Rumah Kumuh Kota Sorong
Sementara itu, Dr. Amar menjelaskan bahwa pendampingan lapangan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter. Mahasiswa dapat menguji berbagai teori yang telah dipelajari, mulai dari ilmu tanah, agronomi, perlindungan tanaman, hingga teknik pemupukan.
“Mahasiswa belajar mengenali gejala kekurangan unsur hara, serangan hama dan penyakit tanaman seperti kutu kebul, thrips, antraknosa, serta layu bakteri. Mereka juga dilatih memahami manajemen usahatani melalui perhitungan dosis pupuk, kebutuhan air, dan efisiensi biaya produksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya mengasah kemampuan teknis (hard skills), tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi, kerja sama, dan empati mahasiswa terhadap kehidupan petani.
“Mahasiswa dituntut mampu menyampaikan informasi ilmiah dengan bahasa yang mudah dipahami petani serta membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Amar menilai pengalaman lapangan seperti ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menentukan topik penelitian yang berbasis pada persoalan nyata di masyarakat. Selain itu, jejaring yang terbangun dengan petani dan penyuluh pertanian akan menjadi modal berharga dalam dunia kerja.
“Esensi pendampingan ini adalah membentuk calon sarjana pertanian yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga adaptif, cekatan, dan memiliki kepekaan sosial untuk menghadirkan solusi nyata bagi petani,” tegasnya.
Melalui keterlibatan langsung dalam proses perawatan tanaman cabai dan bawang daun bersama Poktan Margotani, mahasiswa Faperta UNAMIN Sorong diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya menjadi pemikir, tetapi juga penggerak pembangunan pertanian yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.