Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Sorong Kota berhasil mengevakuasi seorang nelayan yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Pulau Matan. Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa (28/4/2026).
Proses pencarian berlangsung selama dua hari, sejak Senin hingga Selasa (27–28 April 2026). Operasi ini melibatkan enam personel Satpolairud serta tiga anggota keluarga korban yang turut membantu penyisiran di sejumlah titik perairan.
Peristiwa bermula pada Senin malam sekitar pukul 19.45 WIT, saat petugas menerima laporan dari keluarga korban bernama ONA. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Musa Wakum (59) belum kembali sejak berangkat melaut pada Minggu (26/4) pukul 14.00 WIT dan tidak dapat dihubungi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Satpolairud segera berkoordinasi dengan tim SAR Sorong. Sekitar pukul 21.30 WIT, tim gabungan bergerak menuju lokasi pencarian menggunakan kapal patroli KP SBU XVII-1010. Koordinasi juga dilakukan dengan para nelayan di sekitar perairan Pulau Soop guna memperluas area pencarian.
Namun, upaya pencarian pada malam hari belum membuahkan hasil. Keterbatasan jarak pandang memaksa tim menghentikan sementara operasi hingga keesokan harinya.
Pada Selasa pagi (28/4) sekitar pukul 06.05 WIT, tim menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh pihak keluarga di Pulau Matan. Mendapat kabar tersebut, tim SAR segera melakukan persiapan dan kembali menuju lokasi.
Sekitar pukul 09.56 WIT, tim tiba di Pulau Matan dan berhasil menemukan Musa Wakum dalam keadaan selamat di pesisir pantai. Korban kemudian dievakuasi bersama perahu miliknya menggunakan KP SBU XVII-1010 menuju Markas Komando (Mako) Satpolairud.
Tim dan korban tiba dengan selamat di Mako Satpolairud pada pukul 10.53 WIT, sekaligus mengakhiri operasi pencarian dan evakuasi tersebut.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban mengalami kendala saat perjalanan menuju Pulau Matan akibat pandangan yang terganggu di sekitar perairan Pulau Soop. Dalam kondisi tersebut, korban sempat berlindung di wilayah perairan Pulau Senapan, Kabupaten Raja Ampat.
Situasi semakin sulit ketika bahan bakar perahu korban habis. Ia kemudian berupaya bertahan dengan mendayung hingga mencapai Kampung Kapatlap dan Kampung Samate di Pulau Salawati untuk mencari bantuan.
Setelah mendapatkan bantuan bahan bakar dari warga setempat, korban melanjutkan perjalanan hingga akhirnya berhasil mencapai Pulau Matan sebelum ditemukan oleh keluarga dan tim SAR.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan S.I.K., M.H memberikan apresiasi atas kinerja cepat dan sigap personel Satpolairud dalam merespons laporan masyarakat.
“Dedikasi, kerja sama tim, serta sinergi dengan keluarga korban dan masyarakat pesisir menjadi kunci keberhasilan dalam operasi ini,” ujar Amry Siahaan.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Hal tersebut meliputi memastikan ketersediaan bahan bakar, membawa alat komunikasi, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
Dengan keberhasilan ini, aparat berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan di laut semakin meningkat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.