Melanesiatimes.com, Sorong Selatan — Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Barat Daya tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Panorama, Kota Sorong, pada Kamis, (30/4/2026).
Musrenbang tahun ini mengusung tema pembangunan dan pengembangan kawasan berbasis klaster dalam provinsi, dengan pendekatan data dan penguatan UMKM melalui optimalisasi otonomi khusus.
Dalam keterangannya kepada awak media, Petronela Krenak menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang dirancang dalam Musrenbang Otsus harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
“Seluruh kebijakan yang dihasilkan diharapkan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan bagi Orang Asli Papua,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya fokus pada tiga misi utama pembangunan, yakni mewujudkan Papua Barat Daya yang sehat, cerdas, dan produktif. Menurutnya, arah pembangunan harus jelas dan terukur agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Tonton Juga Lagu Terbaru Anak Sorong
👇👇👇
Antara Hidup dan Akhir Hayat
Lebih lanjut, Petronela menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. “Sinkronisasi pembangunan sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih program, sehingga perencanaan dapat berjalan efektif dan terarah,” katanya.
Terkait pengelolaan dana otonomi khusus, ia menegaskan bahwa penggunaannya harus dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran. “Dana Otsus harus berorientasi pada hasil atau outcome, terutama dalam upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan,” tegasnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar juga menjadi perhatian utama, terutama dalam meningkatkan konektivitas wilayah, termasuk daerah pedalaman, pesisir, dan pulau-pulau. Ia juga mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal melalui pemberdayaan UMKM.
Petronela mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam membangun daerah. “Mari kita hilangkan perbedaan dan menyamakan komitmen untuk membangun Papua Barat Daya yang maju, sejahtera, dan kondusif,” tuturnya.
Ia berharap, melalui Musrenbang ini, dapat dihasilkan dokumen perencanaan RKPD yang responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat serta selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).