Melanesiatimes.com, Kabupaten Maluku Tengah – Seram Multisektor Usaha Daerah-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (SAMUDRA UMKM) gelar deklarasi awal dimulainya langkah baru perkuat ekonomi daerah lewat pengembangan UMKM di Maluku Tengah, (09/01/2026).
Giat kegiatan yang berlangsung di pelataran Masohi Plaza (MAPLAZ) itu dihadiri Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata, ST yang datang mewakili Bupati Zulkarnain Awat Amir, SP., M.AP.
Kedatangan Lawalata disambut hangat seluruh pengurus dan panitia serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah bersiap di lokasi sejak pagi.
Kepada awak media di lokasi kegiatan, Lawalata berujar jika kehadiran Samudra UMKM merupakan langkah positif yang harus terus disupport oleh Pemda Maluku Tengah.
Menurutnya, “gerakan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dari Samudra UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Maluku Tengah ke arah yang lebih baik,” tutur Lawalata.
Disamping itu juga, sambung iya menyampaikan “duperlukan tekad yang kuat dalam mengembangkan UMKM sehingga tak berhenti pada semangat di awal saja, melainkan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama sehingga terus berkembang dengan baik,” kata ia sembari memberikan dukungan kepada Samudra UMKM dan para pelaku usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Maluku Tengah ini juga menyempatkan diri berkunjung dan melihat langsung beberapa perwakilan UMKM yang ada di lokasi kegiatan.
Sembari berbincang dengan para pelaku usaha dan tak lupa membeli oleh-oleh dari setiap produk yang dipamerkan, Lawalata tak henti-hentinya memberikan semangat dan dukungan kepada para pelaku usaha dalam upaya mereka mengembangkan UMKM.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemasaran produk dan olahan dagangan lokal yang ada di Maluku Tengah, Lawalata menjelaskan “sepanjang itu diperlukan, kami akan siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja pelaku usaha agar bisa disupport dengan baik,” jelasnya kepada wartawan.
Beliau menilai penting kiranya kita juga mengorbitkan pangan lokal dalam bisnis kuliner. Namun Lawalata menyampaikan bahwa tantangan terbesarnya bisa datang dari modal usaha dan juga sejauh mana cara kita berinovasi mengembangkan pangan lokal.
“contohnya seperti sagu, ini tidak bisa selamanya masyarakat jual dalam bentuk dan olahan yang itu-itu saja. Melainkan butuh inovasi baru menjadikan sagu dalam bentuk olahan lain dan dikemas dengan konsep modern,” kata Lawalata beri pandangan.
Menyadari hal tersebut, Lawalata berjanji akan terus mensupport UMKM sehingga lebih berinovasi dan mampu bersaing di skala regional, nasional maupun internasional.
Diketahui bahwa kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yakni pada tanggal 9-10 Januari 2026 yang sekaligus akan dimeriahkan oleh para komunikasi dance, dan perwakilan kontestan KDI perwakilan Maluku Tengah dan Maluku Riko Tualepe yang siap menghibur masyarakat Koata Masohi dan sekitarnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Para Pimpinan OPD dan Forkopimda Lingkup Malteng, Ketua Tim Penggerak TP PKK, Insan Pers, pengurus dan panitia, serta pelaku usaha UMKM. (HUAT)