Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, turun langsung memediasi penyelesaian aksi blokade jalan yang dilakukan warga Negeri Amahai terhadap masyarakat Negeri Haya. Langkah cepat tersebut berhasil meredam ketegangan dan membuka kembali akses jalan yang sempat terputus akibat kericuhan antarsuporter sepak bola.
Insiden bermula dari bentrokan yang melibatkan suporter dua tim, Lusitoa FC dari Negeri Haya dan Amahai Putra FC, dalam laga perempat final Turnamen Sepak Bola Soekarno Cup U17 di Kota Masohi. Kericuhan yang terjadi usai pertandingan kemudian meluas hingga memicu aksi blokade jalan oleh sejumlah warga Amahai.
Akibat blokade tersebut, sejumlah masyarakat Negeri Haya yang berada di Masohi tidak dapat kembali ke kampung halamannya karena akses utama menuju desa mereka tertutup. Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran karena melibatkan perempuan dan anak-anak yang terjebak di luar kampung.
Menyikapi kondisi tersebut, Mario Lawalata hadir langsung di Balai Pertemuan Negeri Amahai pada Sabtu (30/5/2026) sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah persoalan berkembang lebih luas di tengah masyarakat.
Dengan mengedepankan dialog, pendekatan persuasif, dan semangat persaudaraan, proses mediasi dilakukan bersama tokoh masyarakat, tokoh adat dari kedua negeri, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Katong samua orang basudara. Dan selayaknya hidup orang basudara, seng ada persoalan yang seng bisa diselesaikan sesama sudara,” kata Mario dalam pertemuan tersebut.
Melalui komunikasi yang berlangsung secara terbuka dan kekeluargaan, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepahaman untuk menyelesaikan persoalan secara damai. Kesepakatan itu membuat blokade jalan yang sebelumnya menghambat aktivitas masyarakat dapat dibuka kembali, sementara situasi keamanan perlahan kembali kondusif.
Mario juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Negeri Amahai yang telah menunjukkan itikad baik dalam proses penyelesaian masalah tersebut.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Olehnya itu saya sangat mengapresiasi sikap baik dari basudara di Negeri Amahai yang sudah bersama-sama dengan kami dalam menyelesaikan persoalan blokade jalan ini sehingga masyarakat Negeri Haya bisa kembali pulang,” ujarnya.
Sebelum mediasi mencapai kesepakatan, Mario bahkan mengambil langkah kemanusiaan dengan mempersilakan sebagian warga Negeri Haya, terutama perempuan dan anak-anak yang terlantar akibat blokade, untuk menginap sementara di pendopo Wakil Bupati.
“Saat mendengar dan mengetahui kejadian tersebut, saya langsung turun ke lokasi mereka berkumpul, tepatnya di depan perpustakaan daerah. Keadaannya cukup miris karena ada ibu-ibu dan anak-anak juga yang lagi di pinggir jalan. Akhirnya saya coba mengajak ke Pendopo Wakil untuk tinggal sementara waktu,” ungkapnya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama agar tidak kembali terulang di masa mendatang. Menurutnya, semangat sportivitas harus tetap dijaga dalam setiap kompetisi olahraga demi mendukung pembinaan generasi muda yang lebih baik.
“Kami mengajak semua pihak agar bersama-sama menjaga kondusivitas dan mensupport generasi muda Maluku Tengah untuk terus berkembang dan maju, khususnya dalam cabang olahraga sepak bola,” harap Mario.
Upaya penyelesaian persoalan ini turut dihadiri Ketua DPRD Maluku Tengah Hery MC Haurissa, Anggota DPRD Yopi Lasamahu, Wakapolres Maluku Tengah, Kapolsek Amahai, Plt Camat Tehoru, Sekretaris Negeri Haya, Raja Negeri Amahai, serta unsur pemerintah dan aparat keamanan lainnya.
Langkah cepat dan pendekatan humanis yang dilakukan Mario Lawalata mendapat apresiasi dari masyarakat sebagai wujud kepemimpinan yang mengedepankan dialog, persaudaraan, dan penyelesaian konflik secara damai di Maluku Tengah.