RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Raja Ampat, Sawaluddin Taesa, menyatakan bahwa pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 H/2026 M di Kota Waisai telah disepakati untuk dipusatkan di Masjid Agung.
Kesepakatan itu diambil dalam rapat koordinasi antara PHBI, MUI, Polres Raja Ampat, Kodim, Yonif TP 863/Bemanbe Bathun, dan ormas Islam se-Waisai.
“Untuk pelaksanaan salat Idul Adha tahun 2026 ini, kami PHBI berdasarkan hasil rapat bersama MUI, Polres, Kodim, batalyon, dan ormas Islam yang ada di Waisai, sepakat pelaksanaannya dipusatkan di Masjid Agung,” ujar Sawaluddin, Senin (26/5/2026).
Ia menambahkan, pawai takbiran tahun ini juga akan diatur menggunakan kendaraan bermotor agar seluruh masyarakat Kota Waisai dapat mengikuti dengan aman dan tertib.
“Tujuan kami agar semua jamaah bisa ikut takbiran dengan aman, tertib, dan sesuai aturan lalu lintas yang dianjurkan Satlantas Waisai,” katanya.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Terkait hewan kurban, Sawaluddin berharap tahun ini seluruh masjid di Kota Waisai dapat melaksanakan penyembelihan. Pemerintah daerah Raja Ampat telah menyalurkan 16 ekor hewan kurban, dengan rincian 6 ekor untuk kampung-kampung Islam dan 10 ekor untuk masjid di Kota Waisai.
Selain bantuan Pemda, Ketua PHBI memberi apresiasi dan terima kasih terhadap dukungan yang datang dari PT Gag Nikel, mantan Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati dan Ibu Helga, Ketua BKMT, Ketua GMT Raja Ampat, serta Muhammadiyah.
“Bantuan ini akan kami inventarisir dan atur agar merata sesuai jumlah jamaah. Masjid yang jamaahnya banyak bisa dapat 2–3 ekor, yang kecil 1 ekor. Alhamdulillah, besok semua masjid bisa ikut berkurban,” jelasnya.
Sawaluddin berharap ke depan Pemda Raja Ampat dapat membuka ruang koordinasi lebih luas agar seluruh kampung Islam di Raja Ampat juga bisa berkurban saat Idul Adha.