Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, SKK Migas bersama Petrogas (Basin) Ltd. menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Papua Barat menggelar Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) pilar Sosial–Pendidikan
Kegiatan ini bertajuk “Inovasi Strategis Pengembangan Integratif Rencana Ajaran Sistematis (Petro-Inspirasi)”. Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Mei tersebut ditujukan bagi tenaga pengajar tingkat Sekolah Dasar di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Pelatihan yang dipusatkan di Training Center Kasim Marine Terminal (KMT) itu diikuti sekitar 20 tenaga pengajar. Pada hari pertama, peserta menerima materi dari tim BGTK terkait kebijakan pendidikan di Kabupaten Sorong, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, capaian pembelajaran, penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), hingga penyusunan modul ajar.
Sementara pada hari kedua, peserta mendapatkan materi lanjutan mengenai pengembangan media pembelajaran kontekstual Papua serta micro teaching guna meningkatkan kemampuan praktik mengajar di kelas.
Selain pelatihan, Petrogas (Basin) Ltd. juga memberikan dukungan berupa modul pelatihan, tenaga pelatih, perlengkapan penunjang kegiatan, serta sertifikat kepada seluruh peserta.
Mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Penelaah Teknis Kebijakan, Nixsen Lintang, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelaksanaan program tersebut. “Program PPM Pendidikan yang sudah dilakukan sangat memberikan dampak positif. Melalui program ini, kami berharap para pendidik dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih integratif, sistematis, dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa kini,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan, Angganeta, guru di SD Negeri 15 Maralol, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Kami mendapatkan banyak hal baru selama pelatihan hari pertama dan kedua, termasuk teknik pengajaran yang sebelumnya belum kami ketahui. Pengalaman ini akan kami bawa pulang untuk dibagikan kepada rekan guru lainnya,” katanya.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Pada kesempatan terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto, menegaskan bahwa Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat bukan sekadar kewajiban sosial perusahaan, melainkan bagian dari komitmen industri hulu migas dalam menghadirkan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Program ini berbasis data dan terukur untuk mendukung kelancaran operasional di lapangan, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi dan target lifting guna menjaga ketahanan energi nasional,” jelas Mardianto.
Field Operation Manager RH Petrogas Companies in Indonesia, Mustaman, menambahkan bahwa program PPM tersebut merupakan bentuk sinergi antara SKK Migas, Petrogas (Basin) Ltd., Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pendidikan, serta BGTK Provinsi Papua Barat yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Kami berharap program PPM ini dapat membantu peningkatan kapasitas tenaga pengajar dan bisa diterapkan langsung dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Selain program Petro-Inspirasi, dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah operasi, Petrogas (Island) Ltd. bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong juga menjalankan program PPM Sosial–Pendidikan bertajuk Program Petrogas Rintis Masa Depan (PRIMA).
Melalui program tersebut, Petrogas (Island) Ltd. telah menyalurkan bantuan sarana pendukung pembelajaran kepada siswa Kelas Jauh SD Inpres 37 di Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong, pada April lalu.
Bantuan yang diberikan meliputi mebel untuk ruang kelas dan ruang guru, paket buku, hingga perlengkapan alat tulis guna menunjang kegiatan belajar mengajar.