Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan petani terlihat dalam kegiatan pendampingan tanam padi yang digelar di areal persawahan Klrau, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, pada Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UNAMIN) Sorong dengan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta Kelompok Tani (Poktan) Sidodadi sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di Papua Barat Daya.
Sebanyak enam siswa SMKN 1 Samate, Kabupaten Raja Ampat, dan empat siswa SMK Modeling SP 3 Makbusun Mayamuk, Kabupaten Sorong, ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Bersama para petani, mereka berhasil membantu proses penanaman padi di lahan seluas sekitar seperempat hektare.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan langsung dari Ketua Brigade Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Papua Barat Daya, Wahyudi, S.P., M.P., yang memberikan apresiasi atas sinergi antara dunia pendidikan dan kelompok tani.
Dosen Fakultas Pertanian UNAMIN Sorong, Dr. Ajang Maruapey, S.P., M.P., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembelajaran berbasis praktik sekaligus pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi langsung diterapkan di lapangan. Kolaborasi antara akademisi, siswa SMK, dan petani merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan regenerasi petani yang terampil dan mencintai dunia pertanian,” ujar Ajang Maruapey yang akrab disapa Amar.
Ia juga mendorong para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana di daerah asal agar dapat mengurangi beban ekonomi keluarga.
“Kota Sorong memiliki perguruan tinggi yang berkualitas, salah satunya Universitas Muhammadiyah Sorong dengan Program Studi Agroteknologi. Kami juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” tambahnya.
Video Viral
👇👇👇
Yanto Ijie
Sambangi Rumah Kumuh Kota Sorong
Sementara itu, Wahyudi menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dan akademisi di lahan pertanian tidak hanya membantu percepatan masa tanam, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada petani.
“Kehadiran para siswa dan akademisi di sawah mampu meningkatkan semangat petani. Selain membantu percepatan tanam, kegiatan ini menjadi kesempatan berbagi pengetahuan mengenai teknik budidaya yang baik serta pengendalian hama sejak dini,” katanya.
Ketua Poktan Sidodadi, Saiman, mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh UNAMIN Sorong bersama para siswa SMK.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Amar dan tim Fakultas Pertanian UNAMIN yang selama ini setia mendampingi kelompok tani kami, juga kepada adik-adik siswa SMK yang ikut turun langsung ke sawah. Kehadiran mereka membuat pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Kami berharap pendampingan seperti ini terus berlanjut agar petani semakin semangat dan hasil panen semakin meningkat,” ungkapnya.
Antusiasme juga disampaikan oleh salah satu peserta, Aneka Meita Mainake, siswi SMKN 1 Samate. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Sejujurnya, ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan menyenangkan bagi saya dan teman-teman. Kami belajar langsung cara menanam padi yang benar dari Pakde Saiman dan para pendamping, sekaligus melihat bagaimana perjuangan para petani di lapangan. Kegiatan ini membuat kami semakin bangga mempelajari ilmu pertanian,” tuturnya.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, UNAMIN Sorong berharap sinergi antara perguruan tinggi, sekolah kejuruan, pemerintah daerah, dan kelompok tani terus diperkuat guna mencetak generasi muda yang siap terjun di sektor pertanian serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan di Papua Barat Daya.