Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Polresta Sorong Kota masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan enam bangsal di Jalan Misol Lorong II, RT 02, Kota Sorong. Hingga kini, polisi menduga sumber api berasal dari tumpukan sampah yang berada di dekat salah satu rumah, namun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan.
Wakasatreskrim Polresta Sorong Kota, Iptu Besli Lingga, saat ditemui di kantornya, Selasa (22/7/2026), menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga melalui layanan siaga sekitar pukul 07.00 WIT.
“Setelah menerima laporan, Kapolres langsung memerintahkan seluruh jajaran untuk menuju lokasi. Saat kami tiba di tempat kejadian, mobil pemadam kebakaran belum berada di lokasi sehingga anggota segera menghubungi petugas pemadam. Kurang lebih sekitar 20 menit kemudian baru mobil pemadam tiba,” ujar Besli.
Berdasarkan hasil pendataan awal, kebakaran tersebut menghanguskan enam bangsal dengan ukuran bervariasi, yakni sekitar 4 x 40 meter hingga 6 x 40 meter. Setiap bangsal diketahui dihuni beberapa keluarga karena telah disekat menjadi sejumlah unit tempat tinggal.
Polisi telah membuat Laporan Polisi (LP) Model A terkait peristiwa kebakaran tersebut. Awalnya penanganan dilakukan di Polsek Sorong Barat, namun administrasi kemudian dilimpahkan ke Polresta Sorong Kota karena kendala teknis.
“Kami sudah membuat laporan polisi, memeriksa saksi pertama atas nama Franky, yang rumahnya diduga menjadi titik awal munculnya api. Selain itu, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Unit Identifikasi,” katanya.
Besli mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa api berasal dari tumpukan sampah rumah tangga yang berada di sekitar rumah saksi. Tumpukan sampah tersebut disebut sudah hampir mencapai atap bangunan sehingga diduga mempercepat penyebaran api.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Dari hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, sumber api diduga berasal dari tumpukan sampah. Namun siapa yang membakar sampah tersebut masih kami dalami. Informasi yang berkembang memang mengarah ke sana, tetapi kami belum bisa menyimpulkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dugaan awal sempat mengarah kepada Franky sebagai orang yang membakar sampah. Namun, setelah dimintai keterangan, yang bersangkutan membantah tuduhan tersebut.
“Yang bersangkutan menyatakan tidak pernah membakar sampah di lokasi itu. Karena itu, kami masih terus mendalami siapa sebenarnya yang menyebabkan munculnya api,” ujarnya.
Polisi juga memastikan lokasi yang diduga menjadi titik awal kebakaran tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan bakar minyak. Namun, di rumah tersebut ditemukan banyak barang bekas berupa rongsokan dan bodi sepeda motor yang dikumpulkan pemilik rumah.
Sementara itu, terkait besaran kerugian akibat kebakaran, polisi belum dapat memberikan estimasi karena proses pendataan masih berlangsung.
Mengenai kemungkinan adanya tersangka, Besli menegaskan penyidik belum dapat menyimpulkan adanya unsur pidana. Menurutnya, seluruh fakta dan keterangan saksi masih terus didalami untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian atau unsur lainnya.
“Untuk sementara kami masih menangani kasus ini sebagai peristiwa kebakaran. Apakah nantinya mengarah pada unsur kelalaian atau tindak pidana lainnya, itu akan ditentukan setelah penyelidikan dan pemeriksaan selesai,” tutup Iptu Besli Lingga.