Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Palang adat yang sebelumnya menutup Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat Daya akhirnya resmi dibuka pada Sabtu (18/7/2026). Pembukaan palang tersebut menandai berakhirnya polemik yang sempat mencuat pasca proses pemilihan Ketua MUI Papua Barat Daya.
Sebelumnya, Sekretariat MUI Papua Barat Daya dipalang oleh Suku Besar Imekko yang tergabung dalam Forum Lintas Suku Papua Barat Daya dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Daya.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap hasil pemilihan Ketua MUI Papua Barat Daya, dalam proses pemilihan ulang yang kemudian menetapkan Abu Bakar Lodji sebagai Ketua MUI Papua Barat Daya.
Fitrah Soltief, Sekretaris LMA PBD
Prosesi pembukaan palang adat dihadiri Kepala Suku Imekko, Wakil Bupati Sorong Selatan, Sekretaris LMA Papua Barat Daya Fatrah Soltief, tokoh ormas Islam M. Sanusi Rahaningmas, serta sejumlah tokoh adat dan tokoh umat Islam.
Sekretaris LMA Papua Barat Daya, Fatrah Soltief, mengatakan pembukaan palang merupakan bagian dari penyelesaian secara adat atas dinamika yang terjadi selama proses pemilihan Ketua MUI Papua Barat Daya.
“Hari ini merupakan proses penyelesaian dari dinamika pemilihan Ketua MUI Papua Barat Daya. Namun di balik semua ini ada hikmah yang besar. Kami melihat Suku Besar Imekko telah berbesar hati menerima keputusan yang ada, karena siapa pun yang terpilih tetap merupakan bagian dari keluarga besar Doberai,” ujarnya.
Ia menegaskan, setelah persoalan tersebut diselesaikan, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat kembali bersatu untuk mendukung peran MUI dalam membina umat Islam di Papua Barat Daya.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana MUI melangkah ke depan dan menjadi berkah bagi seluruh umat Islam yang ada di tanah ini,” katanya.
Fatra juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua MUI Papua Barat Daya demisioner yang juga Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, atas kepemimpinannya dalam membangun komunikasi dengan para tokoh adat dan tokoh masyarakat hingga persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai.
“Kami juga mengapresiasi Ketua LMA Papua Barat Daya yang sejak awal terus membangun komunikasi adat, sehingga hari ini pemalangan oleh Suku Besar Imekko dapat dibuka dengan penuh kekeluargaan,” tambahnya.
Ketua LPTQ Provinsi Papua Barat Daya, M. Sanusi Rahaningmas
Sementara itu, Ketua Ormas Islam, M. Sanusi Rahaningmas, turut memberikan apresiasi kepada jajaran tokoh Imekko yang telah menunjukkan sikap bijaksana dengan menerima hasil keputusan dan membuka kembali Sekretariat MUI Papua Barat Daya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Imekko Papua Barat Daya dan Ketua Imekko Sorong Selatan yang telah berbesar hati menerima keputusan dan membuka pemalangan adat. Ini adalah langkah yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Sanusi juga memberikan penghargaan kepada Ahmad Nausrau selaku Ketua MUI Papua Barat Daya demisioner yang dinilai mampu merangkul tokoh adat maupun tokoh umat Islam sehingga penyelesaian konflik dapat tercapai melalui musyawarah.
“Perselisihan seperti ini sebenarnya sering terjadi di berbagai organisasi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyelesaikannya dengan baik sehingga justru memperkuat ukhuwah, semangat kebersamaan, dan toleransi untuk membangun Papua Barat Daya yang lebih baik di bawah kepemimpinan Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau,” tutupnya.