RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, tengah menghadapi situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah memasuki hari kedua. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat, Guntur Tamima, mengungkapkan bahwa kejadian ini secara struktural dan tugas pokok fungsi (tusi) masuk dalam kategori karhutla.
Guntur menjelaskan bahwa titik api di TPA Sampah Babur yang sempat terbakar akibat faktor alam dan suhu panas selama dua hari terakhir kini telah berhasil dipadamkan serta dinyatakan tuntas berkat kesigapan tim gabungan dari unsur BPBD, TNI, Polri, dan Damkar. Kendati demikian, hari ini tercatat ada empat titik api baru yang terdeteksi di sejumlah lokasi, yakni di Swaimbon, Warbariam, dua titik di area Stadion, serta di depan Pandawa.
Dalam proses penanganan di lapangan, Guntur menyebutkan bahwa pihaknya menghadapi kendala keterbatasan peralatan. BPBD tidak memiliki mobil pemadam khusus dan hanya mengandalkan mobil tangki air.
Untuk menyiasati hal tersebut, operasi pemadaman dilakukan secara kolaboratif lintas sektor dengan mengerahkan satu unit mobil tangki dari pihak Kodim, satu unit dari Lingkungan Hidup, serta tambahan dukungan armada dari pihak Batalyon.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Mengingat sebagian besar kejadian dipicu oleh faktor alam akibat cuaca ekstrem, suhu panas, serta musim kemarau di seluruh wilayah Indonesia akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga bulan September Guntur mengeluarkan peringatan dini dan imbauan penting bagi masyarakat
”Khususnya yang sedang mengolah kebun atau membuka lahan, diimbau untuk tidak melakukan pembakaran guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan”, ujar Kepala BPBD Kabupaten Raja Ampat.
Aktivitas berkebun dan membersihkan lahan pada dasarnya diperbolehkan, namun penggunaan api harus dihindari demi keselamatan bersama di tengah ancaman musim kemarau dan cuaca ekstrem ini.