Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Pemerintah Kota Sorong mengusulkan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di bekas bangunan RSUD Kabupaten Sorong yang telah dihibahkan kepada Pemerintah Kota Sorong. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi pusat pemeriksaan sampel makanan dan air minum di wilayah Papua Barat Daya.
Usai melakukan kunjungan ke Posyandu Matahari dan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) Rufei, Wali Kota Sorong, Wakil Wali Kota Sorong, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke bangunan eks RSUD Kabupaten Sorong, Jumat (29/5/2026).
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengatakan keberadaan laboratorium tersebut sangat penting karena hingga saat ini Papua Barat Daya belum memiliki fasilitas pemeriksaan laboratorium kesehatan yang memadai. Akibatnya, berbagai sampel makanan maupun air minum masih harus dikirim ke Makassar untuk dilakukan pengujian.
“Bekas bangunan RSUD Kabupaten Sorong yang telah dihibahkan kepada Pemerintah Kota Sorong ini akan digunakan untuk memeriksa sampel-sampel makanan maupun air minum, termasuk sampel makanan untuk program MBG atau SPPG. Selama ini kita harus kirim ke Makassar untuk diperiksa dan itu membutuhkan waktu,” ujar Septinus Lobat saat melakukan peninjauan lokasi.
Ia menjelaskan, pembangunan Labkesmas tersebut telah diusulkan ke Kementerian Kesehatan dan direncanakan mulai dibangun pada tahun 2026. Pemerintah pusat, kata dia, telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
“Ini sudah kami usulkan ke Kementerian Kesehatan dan ready dibangun tahun ini juga,” katanya.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Lokasi pembangunan laboratorium berada di lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Meski sebagian area masih terdapat rumah-rumah lama milik petugas kesehatan, namun kawasan tersebut tetap masuk dalam aset Pemerintah Kota Sorong dan berada di area bekas rumah sakit.
“Di belakang itu memang masih ada rumah-rumah petugas kesehatan, tetapi tanahnya masuk dalam lokasi rumah sakit yang sekarang menjadi aset pemerintah kota,” jelasnya.
Untuk tahap awal, pembangunan Labkesmas dianggarkan sebesar Rp.27 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.
“Anggaran awal yang disiapkan sekitar Rp.27 miliar melalui APBN tahun ini,” ungkapnya.
Septinus menilai lokasi bekas RSUD Kabupaten Sorong sangat strategis untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut karena sebelumnya juga difungsikan sebagai rumah sakit.
“Lokasinya bagus dan strategis. Dulu rumah sakit juga berada di sini, sehingga sangat cocok untuk pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat,” pungkasnya.tutupnya.