Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata dalam Mengelola Destinasi Pariwisata di Kota Sorong guna pemberdayaan dan pembinaan masyarakat Orang Asli Papua (OAP).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Sorong, Hi. Anshar Karim, yang menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat Orang Asli Papua sebagai pelaku utama pembangunan daerah.
Usai membuka kegiatan secara resmi, Wakil Wali Kota Sorong, Hi. Anshar Karim, turut menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta sosialisasi sebagai simbol dimulainya kegiatan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pariwisata bagi masyarakat Orang Asli Papua di Kota Sorong. Prosesi tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Kota Sorong terhadap peningkatan kompetensi masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Anshar Karim menyampaikan bahwa sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu bidang strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kota Sorong sebagai pintu gerbang menuju Tanah Papua dan kawasan wisata dunia di Papua Barat Daya memiliki potensi wisata yang sangat besar, baik wisata alam, budaya, sejarah maupun wisata bahari. Namun potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat yang optimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, terampil, dan memiliki kemampuan dalam mengelola destinasi wisata secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kota Sorong atas penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat, terutama Orang Asli Papua, agar mampu mengambil peran penting dalam pembangunan sektor pariwisata.
Sementara itu, Ketua Panitia, Michael Nakoh, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat Orang Asli Papua mengenai tata kelola pariwisata yang baik, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor tersebut.
“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman atau edukasi serta peningkatan sumber daya manusia bagi Orang Asli Papua tentang tata kelola pariwisata di Kota Sorong. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan destinasi pariwisata secara berkelanjutan demi kemajuan sektor pariwisata di Kota Sorong,” kata Michael.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas pengelola destinasi wisata di Kota Sorong serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pariwisata.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 29 hingga 30 Juni 2026, bertempat di Masjid Mariyat, Kota Sorong. Adapun pembiayaan kegiatan bersumber dari dana khusus Dinas Pariwisata Kota Sorong Tahun Anggaran 2026.
Video Viral
👇👇👇
Yanto Ijie
Sambangi Rumah Kumuh Kota Sorong
Michael juga menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan mengelola destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Dengan ini kami memohon kepada Wakil Wali Kota Sorong untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pariwisata bagi Orang Asli Papua,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Sorong menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat OAP di bidang pariwisata bukan hanya sebatas memberikan pelatihan dan pengetahuan, tetapi juga merupakan upaya nyata membuka ruang partisipasi masyarakat, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta memperkuat rasa memiliki terhadap potensi wisata yang dimiliki daerah.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata kelola destinasi wisata yang baik dan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan, pelestarian budaya dan kearifan lokal sebagai daya tarik wisata, pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata, serta pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan destinasi wisata,” katanya.
Anshar menekankan bahwa pariwisata yang maju adalah pariwisata yang melibatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan, bukan hanya sebagai penonton.
“Pariwisata yang maju adalah pariwisata yang melibatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan, bukan hanya sebagai penonton. Karena itu saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan memperkuat jejaring kerja sama demi kemajuan pariwisata Kota Sorong,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sorong memiliki visi untuk mewujudkan kota yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan.
“Saya yakin apabila potensi wisata yang kita miliki dikelola dengan baik dan didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, maka sektor pariwisata akan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Orang Asli Papua,” pungkasnya.
Wakil Wali Kota Sorong secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pariwisata dalam Mengelola Destinasi Pariwisata di Kota Sorong guna pemberdayaan dan pembinaan masyarakat Orang Asli Papua secara resmi saya nyatakan dibuka.”