Melanesiatimes.com, Kota Sorong, Papua Barat Daya – Dalam upayanya mengembangkan potensi generasi muda, Kepala Bidang Kepemudaan Provinsi Papua Barat Daya, Bernad Jitmau, menegaskan pentingnya memberikan informasi dan pembinaan yang berkaitan dengan iman dan taqwa. Hal ini dilakukan untuk menjaga bendahara negara dan mencegah radikalisme yang kian marak di Indonesia. Selasa (29/07/2025).
“Sebagai pemerintah, kami bertanggung jawab untuk menjadi fasilitator bagi generasi muda di setiap kabupaten dan kota. Kami ingin memberikan bekal kepada mereka agar dapat membawa nilai-nilai positif di masyarakat,” ujar Bernad dalam acara pelatihan yang diadakan baru-baru ini.
Menurutnya, radikalisme sangat beragam dan tidak hanya berhubungan dengan ekstremisme. Ia menekankan pentingnya pemahaman tentang perubahan yang baik di lingkungan sekitar tanpa mengganggu kenyamanan dan ketentraman orang lain.
Bernad berharap agar generasi muda yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. “Setelah pulang, mereka diharapkan dapat menjadi indikator pembela negara dan memberikan informasi positif yang dapat menghindarkan masyarakat dari hal-hal negatif,” tambahnya.
Giat yang menyasar 70 peserta ini memiliki tiga fokus utama, yaitu penguatan iman dan taqwa, daya saing pemuda, serta pembinaan kepemimpinan kader muda nasional. Setiap tahun, kegiatan ini dilaksanakan untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan berintegritas.
Dalam kesempatan tersebut, Bernad mengingatkan bahwa untuk memperoleh bantuan dari pemerintah, kelompok pemuda perlu memenuhi syarat administrasi yang jelas. “Akhir-akhir ini, banyak bantuan yang mensyaratkan adanya pengurusan yang jelas, dan program ini harus terdaftar dengan baik,” terangnya.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Dia juga mengungkapkan bahwa bantuan untuk pengembangan pemuda masih terkendala oleh rendahnya pemahaman tentang pentingnya pencatatan yang baik. “Kita perlu memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi persyaratan dari lembaga terkait,” ungkap Bernad.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan hukum dalam sosialisasi yang diadakan untuk pemuda. “Sejak kemarin, kami telah melakukan pemeriksaan dari PPK untuk memastikan bahwa kelompok-kelompok yang dibantu memenuhi kriteria yang telah ditentukan,” jelasnya
Bernad juga menyoroti bahwa selama ini dukungan terhadap pemuda di Papua Barat Daya belum sepenuhnya optimal. “Kami ingin mempermudah akses bantuan dengan memastikan bahwa pemuda memiliki dasar hukum yang kuat untuk setiap kegiatan yang mereka lakukan,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan pemuda yang tak hanya mampu bersaing di pasar kerja, tetapi juga memiliki integritas dan ketaqwaan yang tinggi. “Kami percaya, dengan dukungan yang tepat, pemuda akan memiliki kemampuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda Papua Barat Daya yang siap berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara. Selain itu, ini juga merupakan bentuk investasi masa depan demi terciptanya Papua Barat Daya yang lebih baik.
Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, acara ini diharapkan dapat berlanjut setiap tahun, sehingga pemuda di daerah ini dapat terus mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa.