RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Raja Ampat semakin mengkhawatirkan. Sedikitnya 10 titik api dilaporkan berada tidak jauh dari ibu kota kabupaten, bahkan sejumlah titik berada di kawasan Kota Waisai.
Kondisi tersebut membuat Ketua DPRK Raja Ampat, Moh. Taufik Sarasa, mendesak Pemerintah Kabupaten Raja Ampat tidak bersikap lamban menghadapi ancaman karhutla.
Taufik meminta pemerintah daerah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera menambah dukungan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) kepada BPBD Raja Ampat.
Menurutnya, keberadaan 10 titik api di sekitar Waisai bukan persoalan yang dapat dianggap ringan. Jika penanganan tidak dilakukan secara cepat dan terukur, titik api berpotensi bertambah dan kebakaran dapat berlangsung lebih lama.
“Kalau tidak segera ditangani dengan cepat, kita khawatir titik api ini terus bertambah dan kebakaran berlangsung berkepanjangan,” kata Taufik.
Ketua DPRK menilai dukungan anggaran menjadi salah satu faktor penting agar BPBD bersama Satgas Karhutla dapat bergerak maksimal di lapangan.
Ia mempertanyakan apakah dukungan pemerintah daerah saat ini sudah cukup untuk menjawab kondisi darurat yang terjadi, mengingat titik api telah berada di sekitar kawasan ibu kota kabupaten.
“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegasnya.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Taufik juga meminta TAPD tidak menunggu kondisi semakin parah untuk memperkuat anggaran penanganan bencana.
Menurutnya, pemerintah memiliki instrumen BTT yang dapat digunakan untuk kebutuhan penanganan keadaan darurat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia merujuk pada ketentuan Permendagri serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/100/1059/SJ/PBPD terkait dukungan penganggaran dalam penanganan keadaan darurat bencana.
Bagi DPRK, persoalan karhutla bukan hanya menyangkut pemadaman api, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat, lingkungan, fasilitas publik, serta kawasan di sekitar Waisai.
Karena itu, Taufik meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan personel, peralatan, logistik, hingga dukungan pembiayaan bagi tim yang berada di lapangan.
“Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah membesar dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Dengan laporan 10 titik api yang berada di sekitar Waisai, perhatian kini tertuju pada seberapa cepat pemerintah daerah memperkuat responsnya.
Sebab, semakin lama penanganan dilakukan, semakin besar pula risiko meluasnya kebakaran.