SORONG, MELANESIATIMES.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Raja Ampat. Salah satu tokoh daerah dan figur kepemudaan, Willem Mambrasar, berpulang pada Sabtu, 23 Mei 2026, di RS Sele Be Solu, Sorong.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan kerabat, tapi juga bagi ribuan generasi muda Raja Ampat yang selama ini mengenalnya sebagai pengayom, pembina, dan sumber inspirasi.
Sepanjang hidupnya, almarhum mendedikasikan diri untuk daerah. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Distrik Waigeo Barat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Sekretaris KPU Raja Ampat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, hingga Ketua KNPI Kabupaten Raja Ampat.
Komitmennya pada masa depan wilayah ini juga terlihat dari perannya sebagai Sekretaris Tim Pemekaran DOB Kabupaten Raja Ampat Selatan. Sebuah tugas yang lahir dari keyakinan bahwa aspirasi masyarakat harus diperjuangkan.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Bagi anak muda Raja Ampat, nama Willem Mambrasar bukan sekadar pejabat. Ia adalah sosok yang dekat, tegas, tapi sederhana. Ia dikenal rajin memberi motivasi, arahan, dan dorongan agar generasi muda terus maju, berpendidikan, dan terlibat langsung dalam pembangunan daerah. Setiap kegiatan kepemudaan dan sosial yang ia dukung selalu meninggalkan pesan yang sama: jangan berhenti mengabdi untuk tanah sendiri.
“Selamat jalan ke rumah Bapa di Sorga,” tulis kerabat dan sahabat dalam ucapan duka yang mengalir deras di media sosial.
Suasana duka itu diperkuat dengan doa dan pengharapan iman dari masyarakat. “Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil, segala puji bagi Allah,” tulis salah satu ungkapan belasungkawa yang beredar.
Kepergian Willem Mambrasar adalah kehilangan besar bagi Raja Ampat. Teladannya dalam pengabdian, kepemimpinan, dan perjuangan membangun daerah akan terus hidup di tengah generasi muda yang pernah ia bina.