Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Sidang Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di DPR Kota Sorong berlangsung panas pada Selasa, 19 Mei 2026. Rapat yang digelar di Kantor DPR Kota Sorong itu diwarnai polemik dan adu argumentasi antara pimpinan DPR dan sejumlah anggota pansus.
Situasi memanas saat rapat pembahasan LKPJ tengah berlangsung. Sejumlah anggota pansus menilai adanya dugaan intervensi dari Ketua DPR Kota Sorong terhadap jalannya pembahasan.
Salah satu anggota pansus mengungkapkan, kerja pansus merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga legislatif sebagai representasi masyarakat, sehingga seluruh temuan dan pembahasan harus dilakukan secara serius dan mendalam.
“Apa yang kami lakukan ini merupakan tanggung jawab kami sebagai perwakilan rakyat. Semua temuan harus dibahas secara serius demi kepentingan masyarakat,” ujar salah satu anggota pansus.
Namun, suasana rapat berubah tegang ketika Ketua DPR Kota Sorong masuk ke ruang sidang pansus. Dalam pertemuan itu, Ketua DPR diduga meminta agar pembahasan dilakukan secara normatif dan tidak memberi tekanan berlebihan dalam rapat.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
“Beliau meminta agar pembahasannya normatif saja dan tidak perlu terlalu menekan dalam rapat pansus,” ungkap anggota pansus tersebut.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi dari sejumlah anggota pansus. Perdebatan pun tak terhindarkan di dalam ruang rapat. Beberapa anggota mempertanyakan maksud dan motif dari arahan tersebut karena dinilai dapat mempengaruhi independensi pansus dalam menjalankan tugas pengawasan.
Meski sempat terjadi adu argumentasi, rapat akhirnya kembali dilanjutkan. Sementara itu, Ketua DPR Kota Sorong disebut meninggalkan ruang rapat tanpa memberikan pernyataan lebih lanjut kepada peserta sidang pansus.
Insiden tersebut menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan dinamika internal dalam proses pembahasan LKPJ di lingkungan DPR Kota Sorong.
Media mencoba untuk meminta konfirmasi kepada Ketua DPRK Kota Sorong via WhatsApp, namun tidak ada tanggapan. Sampai berita ini di terbitkan belim ada konfirmasi resmi dari Ketua DPRK Kota Sorong.