RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM – Kota Waisai sempat berubah jadi lokasi syuting film aksi Senin malam (18/5/2026). Penyebabnya bukan geng motor, bukan begal beneran, tapi satu orang dan satu game bernama Olympus Super Scatter.
Cerita dimulai ketika Ari Priyanto, yang awalnya mengaku korban penjambretan di kawasan Logbon, melapor ke polisi dengan narasi dramatis: dipepet, ditendang, terjatuh di samping kontainer sampah. Warga Waisai pun langsung mode siaga. Aktivitas malam mendadak sepi, seolah-olah ada casting film “Fast & Furious: Versi Sampah”.
Sat Reskrim Polres Raja Ampat yang sudah capek lembur dari malam sampai pagi akhirnya menemukan plot twist. Kasat Reskrim Iptu Arantaun, S.H. menjelaskan, “Kasus penjambretan itu tidak benar. Itu hoaks buatan yang bersangkutan.”
Ternyata, Rp14 juta uang perusahaan yang hilang tidak dibawa kabur begal. Uang itu “berangkat sendiri” ke dunia judi online slot. Setelah kalah dan panik, Ari menyusun skenario begal biar ceritanya lebih masuk akal daripada kalah di Olympus.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
“Anggota kami bekerja semalaman untuk mengejar pelaku, ternyata yang dikejar adalah imajinasi/rekayasa,” ujar Kasat Reskrim dilansir dari PBD News.com edisi 19 Mei 2026.
Setelah ketahuan, Ari menyampaikan permintaan maaf di hadapan penyidik. Permintaan maaf itu direkam, biar jadi dokumentasi resmi begini akibatnya kalau kalah slot terus begal yang disalahkan.
Meski sudah minta maaf, polisi tetap memproses kasus ini karena laporan palsu dan keresahan publik bukan genre komedi yang boleh diulang-ulang.
Polres Raja Ampat mengimbau warga agar tidak gampang percaya berita yang belum jelas. Kalau malam-malam dengar ada “begal”, cek dulu. Bisa jadi yang lari itu dompet, bukan orangnya.