Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Anggota DPRK Kota Sorong Komisi II, Rinoldy Rumfeka, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi penerangan jalan umum (PJU) di Pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Rabu (20/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Dinas Perhubungan Kota Sorong guna memastikan kondisi lampu jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Dalam tinjauan tersebut, Rinoldy mengatakan pihaknya menemukan sekitar 140 titik PJU yang tersebar di dua wilayah kelurahan, yakni Kelurahan Doom Timur dan Kelurahan Doom Barat. Namun dari jumlah tersebut, hanya tujuh titik lampu yang masih berfungsi dengan baik.
“Jadi tinjauan hari ini bersama Dinas Perhubungan Kota, kami melakukan monitoring langsung terhadap kurang lebih ada 140 titik penerangan jalan umum yang ada di Pelodom, baik di Kelurahan Doom Timur maupun Doom Barat,” ujar Rinoldy.
Ia menjelaskan, tujuan utama dari peninjauan tersebut adalah memastikan lampu-lampu jalan yang sudah tidak berfungsi dapat segera dilakukan pemeliharaan atau maintenance agar kembali normal dan bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Tujuan kami turun langsung ke lapangan adalah memastikan setiap penerangan jalan umum yang hari ini sudah tidak berfungsi bisa segera dilakukan pemeliharaan sehingga kembali normal dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keberadaan penerangan jalan umum sangat penting bagi masyarakat Pulau Doom, terutama untuk menunjang aktivitas warga pada malam hari dan meningkatkan rasa aman di lingkungan permukiman.
“Kami berharap setelah tinjauan ini, Dinas Perhubungan bisa segera merealisasikan langkah-langkah perbaikan sehingga masyarakat di Kelurahan Doom Timur maupun Doom Barat mendapat penerangan yang layak setiap malam,” tambahnya.
Rinoldy Rumfeka (Anggota DPRK Kota Sorong) Komisi II
Rinoldy mengungkapkan, dari sekitar 140 titik PJU yang ada, sebagian besar merupakan lampu yang dipasang beberapa tahun lalu dan kini mengalami kerusakan. Sementara tujuh lampu yang masih menyala merupakan tambahan pemasangan pada tahun sebelumnya.
“Yang berfungsi hari ini cuma tujuh titik, dan itu merupakan penambahan tahun lalu. Sedangkan lampu-lampu yang dipasang beberapa tahun sebelumnya sebagian besar sudah tidak berfungsi sehingga perlu dilakukan maintenance,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kondisi efisiensi anggaran daerah yang saat ini menjadi tantangan dalam pengadaan PJU baru. Karena itu, pihaknya memilih langkah pemeliharaan sebagai solusi yang dinilai lebih realistis dan efektif.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Di tengah situasi efisiensi anggaran seperti sekarang, tentu sulit jika harus menambah banyak PJU baru. Karena itu kami mencari solusi dengan melakukan maintenance terhadap lampu-lampu yang sudah ada agar bisa kembali difungsikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Sorong, Kinan Hanubun, menyampaikan apresiasi kepada DPRK Kota Sorong yang turun langsung melihat kondisi penerangan jalan di Pulau Doom.
Kinan mengatakan, keterlibatan DPRK sangat membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya terkait fasilitas umum seperti penerangan jalan.
“Kami memberikan apresiasi kepada anggota DPRK Kota Sorong yang sudah turun langsung bersama kami melihat kondisi PJU di Pulau Doom. Ini menjadi perhatian bersama demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Perhubungan akan segera melakukan pendataan teknis terhadap titik-titik lampu yang mengalami kerusakan agar proses pemeliharaan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, penerangan jalan umum merupakan fasilitas penting yang harus dijaga keberlangsungannya karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di malam hari.
Kinan juga menegaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan titik-titik penerangan yang berada di jalur utama dan kawasan permukiman padat penduduk agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat Pulau Doom.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan pengecekan teknis secara menyeluruh, terutama pada jaringan dan kondisi lampu yang mengalami kerusakan. Kami berharap proses maintenance bisa segera berjalan bertahap,” kata Kinan.
Kinan Hanubun, SH Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kabid LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Sorong.
Ia menambahkan, koordinasi antara DPRK Kota Sorong dan Dinas Perhubungan menjadi langkah positif untuk mencari solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah. Menurutnya, perbaikan fasilitas umum melalui pemeliharaan merupakan langkah efektif agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.
“Yang paling penting hari ini adalah bagaimana masyarakat bisa kembali menikmati penerangan jalan dengan baik. Karena lampu jalan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan warga saat beraktivitas di malam hari,” tutupnya.