RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM – Kasus rekayasa penjambretan yang sempat viral di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, akhirnya terungkap. Pelaku mengaku membuat skenario kejahatan itu karena terjerat kerugian akibat judi online jenis slot.
Wakapolres Raja Ampat AKP Muhadi, S.H., mengatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius kepolisian. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik judi online yang kian marak.
“Mungkin kami dari Polres menghimbau warga untuk tidak terjerumus judi online. Judi online itu sama saja melawan komputer, dan pada akhirnya tidak bisa mengalahkan sistem tersebut,” tegasnya.
AKP Muhadi menjelaskan sistem permainan slot telah dirancang sehingga pemain cenderung merugi. Kemenangan yang terjadi, kata dia, hanya bersifat sementara untuk memancing pemain terus bermain.
“Kalau pun ada yang menang, itu hanya pancingan. Setelah itu pemain akan terus bermain dan pada akhirnya mengalami kerugian lebih besar,” ujarnya.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
Ia menambahkan, dampak judi online tidak hanya kerugian materi, tetapi juga memicu tindakan kriminal. Dalam kasus Waisai, pelaku nekat merekayasa aksi penjambretan untuk menutupi masalah keuangan.
“Ketika seseorang sudah kecanduan dan mengalami kerugian, mereka bisa melakukan berbagai cara, termasuk tindakan melawan hukum,” jelasnya.
Polisi mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, lebih bijak menggunakan teknologi dan tidak tergiur iming-iming keuntungan instan dari judi online.
“Kami harap masyarakat bisa lebih sadar. Jangan sampai karena ingin cepat mendapatkan uang, justru terjerumus ke dalam lingkaran judi online yang merusak kehidupan,” tutup AKP Muhadi.