Solidaritas pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Suku Besar Arfak Papua Barat mendesak Menteri Agama Republik Indonesia segera melantik Barnabas Dowansiba sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Papua Barat definitif.
Desakan tersebut disampaikan melalui aksi damai yang digelar di Kantor Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Senin (11/5/2026). Massa aksi datang membawa berbagai spanduk bertuliskan “Kementerian Agama Harus Menghargai Otsus”, “Stop Intervensi”, dan “Segera Lantik Barnabas Dowansiba Sebagai Kepala Definitif Kementerian Agama Papua Barat”.
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa pengangkatan putra asli Papua dalam jabatan strategis merupakan bagian dari implementasi Otonomi Khusus (Otsus) dan bentuk penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat Papua.
“Kami meminta Menag RI mendengar suara masyarakat Arfak dan seluruh rakyat Papua Barat. Barnabas Dowansiba adalah putra asli Papua yang layak memimpin Kementerian Agama Papua Barat,” ujar salah satu orator aksi.
Aksi damai tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Pokja Agama MRPB, Lukas. Ia mengapresiasi kekompakan mahasiswa dan masyarakat Suku Besar Arfak yang tetap bersatu memperjuangkan aspirasi secara damai dan bermartabat.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Papua *Maira*🖤
Menurut Lukas, MRPB sebelumnya telah dua kali mendatangi Kementerian Agama RI di Jakarta dan bertemu langsung dengan Menteri Agama RI untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Barat terkait pelantikan Barnabas Dowansiba.
“Aspirasi masyarakat ini akan kembali kami teruskan kepada Kementerian Agama RI sebagai bentuk dukungan terhadap putra asli Papua dalam menduduki jabatan strategis di daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, massa aksi juga menyerahkan dokumen aspirasi resmi kepada MRPB untuk diteruskan kepada Kementerian Agama RI di Jakarta.
“Kami berharap Menteri Agama RI segera mengambil keputusan dan melantik Barnabas Dowansiba sebagai Kakanwil Kementerian Agama Papua Barat definitif. Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi bentuk penghormatan terhadap hak dan martabat putra asli Papua di tanahnya sendiri,” tegas perwakilan massa aksi.