Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Musyawarah Daerah (Musda) I Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya resmi menetapkan Haji Abdul Mutalib sebagai Ketua DKM terpilih periode 2026-2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung ACC Masjid Raya Al-Akbar, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (10/5/2026).
Musda yang diikuti sekitar 91 peserta itu dipimpin Steering Committee (SC) Ahmad Loji. Dalam keterangannya, Ahmad menjelaskan bahwa dari tujuh bakal calon yang mendaftar, hanya satu orang yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan verifikasi.
“Dari tujuh bakal calon yang mendaftar, ada empat yang hanya mengembalikan formulir kosong. Ada satu yang hanya melampirkan KTP, kemudian ada yang melampirkan KTP, ijazah dan domisili, namun tidak memenuhi syarat lainnya. Sementara satu calon lainnya tidak lolos karena tidak memiliki surat rekomendasi dari BKM yang menyatakan bahwa yang bersangkutan pernah atau sedang menjabat sebagai ketua BKM,” ujar Ahmad Loji.
Ia menegaskan bahwa Haji Abdul Mutalib menjadi satu-satunya calon yang memenuhi seluruh ketentuan sesuai tata tertib pemilihan.
“Pak Haji Abdul Mutalib memenuhi 21 kriteria dan delapan syarat administratif secara lengkap. Sesuai tata tertib pemilihan, setelah verifikasi dilakukan dan hanya satu calon yang memenuhi syarat, maka langsung ditetapkan sebagai calon tunggal,” jelasnya.
Penyerahan Dokumen dari steering Committee kepada Ketua DKM Terpilih periode 2026 – 2031
Setelah menyatakan kesediaannya maju, menyampaikan visi dan misi serta membaca Al-Qur’an di hadapan peserta Musda, Haji Abdul Mutalib kemudian ditetapkan sebagai Ketua DKM Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya terpilih.
Dalam sambutannya, Haji Abdul Mutalib menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pengurus sebelumnya yang telah meletakkan fondasi pembangunan Masjid Raya Al-Akbar.
“Saya berterima kasih kepada pengurus Masjid Raya Al-Akbar yang telah demisioner. Mereka telah meletakkan dasar yang baik bagi pengurus berikutnya. Amanah ini bukan hanya tanggung jawab pribadi saya, tetapi tanggung jawab kita bersama dalam memakmurkan masjid,” ungkapnya.
Ia menilai amanah sebagai Ketua DKM merupakan tanggung jawab besar yang harus dijaga, baik di hadapan masyarakat maupun di hadapan Allah SWT.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Papua *Maira*🖤
“Ini adalah amanah yang besar bagi saya pribadi, karena menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi pertanggungjawaban saya kepada Allah SWT,” katanya.
Dalam pemaparannya, Haji Abdul Mutalib mengusung visi mewujudkan masyarakat Islami yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah dalam kehidupan sehari-hari demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sementara untuk misi, ia memaparkan sejumlah program prioritas, di antaranya mempercepat penyelesaian pembangunan Masjid Raya Al-Akbar, membentuk organisasi kemasjidan yang diisi oleh orang-orang yang bekerja secara ikhlas karena Allah, serta membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya maupun pemerintah kabupaten dan kota.
Selain itu, ia juga menargetkan pemberdayaan ekonomi umat berbasis ekonomi Islam, pelayanan sosial kemasyarakatan melalui klinik kesehatan, pembangunan pendidikan baca tulis Al-Qur’an bagi anak usia dini hingga orang tua, pembinaan para imam, serta memperkuat kerja sama dengan organisasi Islam dan paguyuban dalam pembinaan umat.
“Yang paling utama dalam program kami adalah penyelesaian pembangunan Masjid Raya Al-Akbar. Pembangunan fisik masjid ini masih membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan Masjid Raya Al-Akbar bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus dan panitia pembangunan, melainkan tanggung jawab seluruh umat Islam di Papua Barat Daya.
“Masjid wilayah ini bukan hanya tanggung jawab pengurus, tetapi tanggung jawab seluruh umat Islam. Karena itu kita harus membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah provinsi, mengingat masjid ini berkedudukan di Provinsi Papua Barat Daya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Papua Barat Daya dalam kegiatan tersebut dan berharap pemerintah daerah dapat turut mendukung penyelesaian pembangunan Masjid Raya Al-Akbar.
“Dengan kehadiran Pak Gubernur tadi, saya melihat beliau juga memiliki perhatian dan ikut ambil bagian dalam penyelesaian pembangunan Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya,” tutupnya.