Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor pertanian melalui aksi nyata di lapangan. Pada Sabtu (09/05/2026).
Lima mahasiswa Fakultas Pertanian kembali turun ke sawah mendampingi Kelompok Tani Margo Tani di Distrik Malasom untuk melanjutkan tahap penanaman bawang daun setelah sebelumnya menyelesaikan mekanisasi lahan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penerapan sistem budidaya pertanian yang lebih modern, efisien, dan terukur, sekaligus mendorong transformasi pola tanam tradisional menuju pertanian berbasis teknologi.
Dosen pembimbing lapangan, Dr. Ajang Maruapey atau yang akrab disapa Dr. Amar, menjelaskan bahwa keberhasilan penanaman sangat ditentukan oleh kesiapan lahan yang optimal. Menurutnya, hasil pengolahan menggunakan mesin kultivator pada kegiatan sebelumnya mampu menghasilkan struktur tanah yang lebih gembur dan memiliki aerasi ideal bagi pertumbuhan akar bawang daun.
“Teknik mekanisasi terbukti membantu menciptakan kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu, penerapan budidaya presisi seperti standarisasi pemupukan dasar dan pengaturan jarak tanam sangat penting agar tanaman tidak saling berebut unsur hara dan kelembapan tanah tetap terjaga,” ujar Dr. Amar.
Kehadiran mahasiswa bersama dosen pembimbing mendapat sambutan positif dari para petani setempat. Pemilik lahan sekaligus perwakilan Kelompok Tani Margo Tani, De Paryono, mengaku sangat terbantu dengan pendampingan yang dilakukan.
“Dengan kehadiran adik-adik mahasiswa dari UNAMIN, pekerjaan kami jadi lebih ringan dan cepat. Apalagi Pak Amar yang sudah hampir lima tahun mendampingi kami di lahan ini, beliau tidak pernah lelah datang dan memberi masukan yang sangat berharga bagi kemajuan pertanian kami,” katanya.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Anak Sorong Aurora🖤
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang tidak didapatkan di dalam kelas maupun laboratorium. Salah satu mahasiswa, Dian Fatma Sari, mengaku bangga bisa menerapkan ilmu agronomi secara langsung di tengah masyarakat.
“Terjun langsung ke lahan dan bekerja bersama petani membuka wawasan kami tentang dunia pertanian yang sesungguhnya. Kami juga sangat bersemangat mempelajari dan mengadopsi teknologi baru seperti penggunaan kultivator hingga nanti memasuki masa panen,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Amar menyebut kegiatan tersebut tidak hanya sebatas pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek pembelajaran di luar kampus dan kolaborasi riset dosen serta mahasiswa.
“Kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan, sementara bagi dosen menjadi sumber data primer yang sangat penting untuk penelitian lanjutan, terutama terkait efisiensi mekanisasi dan adaptasi varietas hortikultura unggul di lahan marginal,” jelasnya.
Menutup kegiatan tersebut, Dr. Amar memberikan apresiasi khusus kepada Pak De Paryono yang dinilai konsisten mendukung pengembangan pertanian di Malasom selama bertahun-tahun.
“Pak De adalah sosok petani penuh semangat dan layak menjadi contoh bagi petani lainnya. Saya mendoakan beliau selalu sehat dan sukses agar terus menjadi inspirasi bagi kemajuan pertanian di Malasom,” tutupnya.