Melanesiatimes.com, Maluku Tengah — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Maluku Tengah kembali mencatat prestasi melalui program Tahfiz dan Tahsin Al-Qur’an dengan mewisuda para santri Asrama Putri At Tazkiyyah. Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan bertajuk Semarak Qur’an yang berlangsung di Aula PUPR Maluku Tengah itu diikuti oleh 12 santri Asrama At Tazkiyyah dan enam orang siswa lainnya.
Kepala MAN 2 Maluku Tengah, Harman Muh Ali, mengatakan wisuda tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan para santri dalam menghafal Al-Qur’an.
“Kami mewisudakan mereka sebagai bentuk penghargaan atas capaian dan perjuangan dalam menghafal Al-Qur’an,” kata Harman dalam sambutannya.
Harman menjelaskan, para santri memiliki kemampuan awal yang berbeda-beda dalam menghafal Al-Qur’an, mulai dari satu hingga lima juz. Namun, pihak madrasah tetap memulai pembelajaran hafalan dari awal guna memastikan kualitas hafalan para santri benar-benar kuat dan sesuai kaidah tajwid.
“Namun kami memulai kembali hafalan dari awal untuk memastikan setiap ayat benar-benar kuat, mutqin, serta sesuai kaidah tajwid dan makhraj yang benar,” ungkapnya.
Menurut Harman, kesungguhan para santri, kedisiplinan program, serta bimbingan para pembina menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut. Ia menyebut, capaian itu telah terbukti dari alumni angkatan pertama yang kini memiliki hafalan hingga 16 sampai 25 juz.
“Hal itu telah terbukti, bahkan ada alumni yang tingkat hafalannya mencapai 16 hingga 25 juz pada angkatan pertama,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Komite MAN 2 Maluku Tengah, La Baiena, menilai program pengembangan Tahfiz Al-Qur’an di Asrama At Tazkiyyah telah memberikan hasil positif dan layak mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.
Menurutnya, salah satu kebutuhan penting saat ini adalah pembangunan asrama putra agar program serupa juga dapat dikembangkan bagi santri laki-laki.
Komite sekolah, lanjut La Baiena, telah mengusulkan pembangunan asrama putra dan saat ini masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2027 mendatang.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Papua Lem Aibon🖤
“InsyaAllah usulan pembangunan asrama putra sudah terdaftar pada posisi pertama yang siap dibangun pada tahun 2027 mendatang,” kata La Baiena.
Ia pun berharap dukungan dan doa dari para orang tua, dewan guru, serta seluruh keluarga besar MAN 2 Maluku Tengah agar rencana pembangunan tersebut dapat berjalan lancar.
“Yang penting kita terus berupaya dan mengawal bersama. Kami juga mengharapkan bantuan doa dari bapak ibu orang tua wali serta seluruh dewan guru dan keluarga besar MAN 2 Maluku Tengah agar usulan pembangunan asrama putra ini berjalan lancar,” harapnya.
Keberadaan asrama putri dengan sistem pembelajaran yang terarah juga terbukti mampu melahirkan berbagai prestasi membanggakan. Para santriwati diketahui berhasil meraih prestasi pada berbagai ajang tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.
Prestasi tersebut di antaranya diraih pada Olimpiade Bahasa Inggris, Bahasa Arab, MTQ, Kompetisi Pelajar Alef Education, Olimpiade Siswa Indonesia, Airlangga Competition 8, Prisma Cendekia, Eco Blue School, Madrasah Young Researchers Supercamp, dan sejumlah kompetisi lainnya.
Harman menambahkan, keberhasilan para santri tidak terlepas dari berbagai program pembinaan yang dijalankan di asrama, seperti salat berjamaah, salat sunnah, wirid dan Asmaul Husna, mujahadah, muhadhoroh atau latihan pidato, setoran hafalan Al-Qur’an, pembelajaran diniyah, tilawah Al-Qur’an, hingga pembinaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
“Semua itu menjadi bagian dari proses pembinaan di asrama yang membentuk karakter, disiplin, dan kemampuan akademik para santri,” jelas Harman.
Ia menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an bukanlah penghalang untuk berprestasi, melainkan dapat menjadi sumber kekuatan, motivasi, dan inspirasi dalam meraih keberhasilan di berbagai bidang.
Sebagai bentuk keberlanjutan pendidikan, alumni Asrama At Tazkiyyah MAN 2 Maluku Tengah kini diketahui melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Di antaranya UIN Maliki Malang, UIN AM Sangadji Ambon, Universitas Pattimura, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, IAIN Kendari, IAIN Ternate, Poltekkes Masohi, Universitas Dr. Djar Wattiheluw, dan STIKIP PGRI Bangkalan Madura,” tutup Harman. (HUAT)