Melanesiatimes.com, Makassar – Kontingen Shorinji Kempo Papua Barat Daya menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Shorinji Kempo Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Cup XVIII Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 18–21 Juni 2026.
Dua kontingen yang mewakili provinsi termuda di Tanah Papua tersebut, yakni Kota Sorong dan Kabupaten Tambrauw, berhasil membawa pulang sejumlah medali sekaligus menempatkan diri di jajaran lima besar klasemen umum.
Kejuaraan bergengsi yang diikuti 251 atlet dari 18 provinsi itu mempertandingkan 37 nomor pertandingan. Berbagai dojo kabupaten/kota serta perguruan tinggi dari seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam ajang tahunan yang menjadi salah satu barometer pembinaan atlet Shorinji Kempo nasional tersebut.
Pada kejuaraan ini, Kontingen Kabupaten Tambrauw tampil impresif dengan meraih 2 medali emas, 4 medali perak, dan 8 medali perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Tambrauw menempati posisi Juara Umum IV.
Sementara itu, Kontingen Kota Sorong juga menunjukkan performa yang membanggakan dengan mengoleksi 2 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu, sehingga berhasil menempati posisi Juara Umum V.
Keberhasilan kedua kontingen tersebut tidak terlepas dari pembinaan dan manajemen tim yang dipimpin AKBP Muhammad Salim Nurlily. Perwira Polri yang saat ini menjabat sebagai Kasubdit Politik Direktorat Intelkam Polda Papua Barat Daya itu dinilai memiliki komitmen tinggi dalam membina dan mengembangkan olahraga bela diri Shorinji Kempo di Papua Barat Daya.
AKBP Muhammad Salim Nurlily menyampaikan bahwa prestasi yang diraih para atlet merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh disiplin dan konsistensi.
Video Viral
👇👇👇
Yanto Ijie
Sambangi Rumah Kumuh Kota Sorong
“Latihan rutin dan disiplin menjadi kunci utama keberhasilan dalam setiap proses pembinaan atlet. Prestasi yang diraih hari ini adalah hasil dari kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet Papua Barat Daya memiliki kemampuan untuk bersaing di level nasional apabila mendapatkan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua Barat Daya untuk terus mengembangkan potensi diri melalui olahraga dan menjadikan prestasi sebagai tujuan utama.
“Dengan prestasi ini kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni olahraga, menjauhi hal-hal negatif, dan mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang kompetisi,” tambahnya.
AKBP Salim juga menilai momentum menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi semangat tersendiri bagi jajaran Polri untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui pembinaan olahraga prestasi.
Keberhasilan Kontingen Kabupaten Tambrauw dan Kota Sorong pada Kejuaraan Shorinji Kempo Rektor Unhas Cup XVIII Tahun 2026 menjadi bukti bahwa Papua Barat Daya memiliki potensi atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional. Dengan dukungan pembinaan yang berkesinambungan, prestasi serupa diharapkan terus lahir dan membawa nama Papua Barat Daya semakin dikenal di kancah olahraga Indonesia.(***)