Melanesiatimes.com, Kota Sorong -Musyawarah Daerah (Musda) I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat Daya akhirnya dapat dilanjutkan setelah sempat tertunda selama beberapa jam akibat adanya aksi protes dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Vega Prime Hotel Kota Sorong Papua Barat Daya pada Jumat (19/6/2026).
Penundaan pembukaan Musda dipicu oleh keberatan beberapa ormas Islam yang tidak tercantum dalam daftar peserta, termasuk Majelis Muslim Papua (MMP). Sebagai bentuk protes, MMP melakukan sasi atau palang adat di pintu masuk ruang pelaksanaan Musda, sehingga agenda pembukaan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Menyikapi situasi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua MUI Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, bersama perwakilan MMP, sejumlah pimpinan ormas Islam, dan tokoh agama menggelar rapat terbatas guna mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
Namun, pertemuan awal belum menghasilkan kesepakatan sehingga rapat ditunda dan dilanjutkan kembali usai Sholat Isya. Dalam pertemuan lanjutan itu, suasana sempat memanas ketika salah seorang perwakilan MMP menyampaikan ultimatum keras kepada Plt Ketua MUI terkait tuntutan agar seluruh ormas Islam mendapat ruang dan keterlibatan dalam Musda.
Meski sempat berlangsung tegang, suasana perlahan mencair. Seluruh pihak akhirnya saling berjabat tangan dan saling memaafkan yang diiringi lantunan salawat, sebagai simbol rekonsiliasi dan persatuan umat.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Pada akhirnya, seluruh aspirasi yang disampaikan MMP maupun ormas Islam lainnya diakomodasi oleh Plt Ketua MUI Papua Barat Daya. Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi dilanjutkannya pembukaan Musyawarah Daerah I MUI Provinsi Papua Barat Daya.
“Alhamdulillah, semua persoalan telah diselesaikan secara musyawarah dan seluruh aspirasi telah kami akomodasi demi menjaga persatuan umat Islam di Papua Barat Daya,” ujar Ahmad Nausrau.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, pelaksanaan Musda I MUI Papua Barat Daya akhirnya dapat dibuka dan berlangsung dalam suasana yang lebih kondusif.
Meskipun pembukaan Musda berlanjut namun palang pintu belum sempat di buka dan seluruh peserta maupun panitia diarahkan melewati pintu belakang agar dapat melaksanakan Musda sesuai agenda yang telah di jadwalkan oleh Panitia.