Melanesiatimes.com, Aimas Papua Barat Daya — Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres di jajaran Polda Papua Barat Daya, Sabtu (22/8/2026).
Upacara Sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri para PJU Polda Papua Barat Daya, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya bersama jajaran pengurus, serta pejabat dan personel Polda Papua Barat Daya.
Pergantian sejumlah pejabat tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor KEP/1128/VII/2026 tanggal 30 Juli 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.
Dalam keputusan tersebut, sejumlah posisi strategis di lingkungan Polda Papua Barat Daya mengalami rotasi sebagai bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel Polri.
Di tingkat PJU, Kombes Pol. Muhammad Erfan, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Dirbinmas Polda Papua Barat Daya, mendapat amanah baru sebagai Kabidkum Polda Nusa Tenggara Barat. Posisi Dirbinmas Polda Papua Barat Daya selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol. Klintoro Hermawan Mangunwidjojo, S.I.K., yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri.
Sementara itu, Kombes Pol. Rudy Purnomo, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Jemen Ops Itwasum Polri, dipercaya mengemban tugas sebagai Irwasda Polda Papua Barat Daya.
Rotasi juga terjadi di tingkat kewilayahan. AKBP Gleen Rooi Molle, S.I.K., yang sebelumnya menjabat Kapolres Sorong Selatan, mendapat amanah baru sebagai Wakapolresta Sorong Kota.
Jabatan Kapolres Sorong Selatan selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Praja Gandha Wiratama, S.H., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Kapolres Tambrauw. Sementara posisi Kapolres Tambrauw diisi AKBP Eddwar Martua Pandjaitan, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Papua Barat Daya.
Selanjutnya, AKBP Jems Oktovianus Tegay, S.I.K., yang sebelumnya menjabat Kapolres Raja Ampat, dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolres Sorong. Posisi Kapolres Raja Ampat kemudian diisi AKBP Boma Wedhayanto Purnomo, S.E., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Kabagbinops Roops Polda Papua Barat Daya.
Adapun jabatan Kapolres Maybrat dipercayakan kepada AKBP Jandry Denny Sairlela, S.I.K., M.M., yang sebelumnya menjabat Danden A Satjibom Pasgegana Korbrimob Polri.
Dengan demikian, rotasi kali ini mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Polda serta lima jabatan Kapolres, yakni Kapolres Sorong Selatan, Kapolres Tambrauw, Kapolres Sorong, Kapolres Raja Ampat dan Kapolres Maybrat.
Dalam arahannya, Kapolda Papua Barat Daya menegaskan bahwa pejabat baru harus membawa energi, semangat dan gagasan baru dalam menjalankan tugas. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera bergerak di lapangan dan tidak hanya berkutat pada urusan internal organisasi.
“Mereka tampak lebih bugar. Anggota baru seharusnya memiliki energi yang lebih anyar dan bergelora. Ada beragam inisiatif yang telah saya sampaikan melalui Komandan WHIS. Harapan saya, mereka segera bergerak di lapangan dan memprioritaskan pengabdian, konsentrasi, serta evaluasi terhadap kepuasan publik,” tegas Audie.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pelayanan kepolisian tidak semata-mata ditentukan oleh penilaian pimpinan, tetapi juga harus dilihat dari tingkat kepuasan masyarakat sebagai penerima langsung pelayanan.
“Kita menerapkan tinjauan yang berpusat pada pelanggan, di mana penilaian utama berasal dari warga. Bukan tinjauan yang berpusat pada komandan,” ujarnya.
Penekanan tersebut, kata Kapolda, menjadi perhatian penting bagi para Kapolres yang baru, terutama dalam menjalankan tugas di wilayah yang memiliki karakteristik dan tantangan kamtibmas masing-masing, termasuk Maybrat dan Tambrauw.
Kapolda kemudian menekankan satu hal yang dinilainya sangat menentukan keberhasilan tugas kepolisian, yakni komunikasi dengan masyarakat.
“Tentu, komunikasi itu penting. Komunikasi adalah prioritas utama. Kepada para petugas baru dan kepala kepolisian yang baru, saya tekankan pentingnya menjalin komunikasi yang baik dengan warga,” katanya.
Audie meminta seluruh jajaran kepolisian membangun hubungan yang erat dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan berbagai persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Seluruh elemen masyarakat harus terhubung dengan baik. Melalui komunikasi, beragam persoalan dapat teratasi. Namun, komunikasi yang buruk justru dapat memperumit masalah yang sebenarnya kecil,” tegasnya.
Ia berharap para pejabat yang menerima amanah baru segera beradaptasi dengan lingkungan tugas, melanjutkan program yang sudah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Khusus kepada para Kapolres baru, Kapolda meminta agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, para Kapolres dituntut membangun kemitraan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda serta seluruh elemen masyarakat di wilayah hukumnya.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya apa yang terlihat dari dalam organisasi, tetapi bagaimana masyarakat merasakan kehadiran dan pelayanan Polri,” tambahnya.
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga soliditas, profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas. Setiap jabatan, menurutnya, merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata dan pelayanan terbaik.
Rangkaian Sertijab berlangsung tertib dan khidmat. Pergantian sejumlah PJU dan Kapolres tersebut diharapkan menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus memperkuat jajaran Polda Papua Barat Daya dalam menghadapi berbagai tantangan kamtibmas.
Dengan semangat dan energi baru, para pejabat yang mendapat amanah diharapkan mampu memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, meningkatkan kepuasan publik, serta mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, responsif, humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.