Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperkuat pengamalan syariat, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan AKBP H. Muhammad Salim Nurlily, S.I.P., S.H., M.H., Kasubdit Kamneg Dit Intelkam Polda Papua Barat Daya, usai menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Gedung ACC Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya, Selasa (25/8/2026).
AKBP Muhammad Salim Nurlily yang juga sebagai Tokoh Pemuda Muslim Papua Barat Daya mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tuntunan Rasulullah SAW dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.
“Menyambut momen kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tahun ini, semoga kita semakin giat menerapkan tuntunan syariat Islam. Sebab, sesungguhnya syariat membimbing kita menjadi insan kamil,” ujar Salim.
Menurutnya, Islam yang disampaikan Rasulullah SAW merupakan rahmat dan anugerah bagi seluruh alam. Karena itu, nilai-nilai Islam harus diwujudkan melalui perilaku yang memberikan manfaat serta membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
“Islam yang disiarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah anugerah bagi alam dan jagat raya. Ketika kita mampu menjadi berkah bagi semesta, maka akan hadir kebajikan dalam interaksi sosial, kehidupan komunitas, serta sumbangan positif bagi masyarakat,” katanya.
Salim menjelaskan, terdapat tiga pilar utama dalam ajaran Islam yang harus menjadi pedoman umat, yakni akidah, syariah atau ibadah, dan akhlak.
Pilar pertama adalah akidah atau keimanan. Umat Islam dituntut untuk mengesakan Allah SWT dan menjauhi segala bentuk kemusyrikan, sekaligus meyakini enam rukun iman, yakni iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, hari akhir, serta qada dan qadar.
Pilar kedua adalah syariah dan ibadah yang diwujudkan melalui kepatuhan dalam menjalankan rukun Islam, mulai dari syahadat, sholat, zakat, puasa hingga ibadah haji bagi yang mampu.
“Syariah juga mengatur hubungan kita dengan Allah atau hablum minallah, sekaligus hubungan dengan sesama manusia dan alam atau hablum minannas. Keduanya harus berjalan seimbang,” jelasnya.
Sementara itu, pilar ketiga adalah akhlak. Menurut Salim, akhlak mulia merupakan salah satu pesan utama kerasulan Nabi Muhammad SAW yang harus terus diwujudkan dalam kehidupan umat Islam, khususnya generasi muda.
Ia mengajak umat untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, seperti siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan kebenaran, serta fathanah atau cerdas.
“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat akhlak. Keteladanan Rasulullah SAW harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kehadiran umat Islam benar-benar membawa manfaat dan kebaikan bagi sesama,” pungkasnya.