Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Penasehat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengajak keluarga besar BKMT menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat keimanan, akhlak, karakter, toleransi, dan kepedulian sosial.
Pesan tersebut disampaikan Jemima Elisabeth Lobat dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar di Gedung ACC Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya, Selasa (25/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jemima menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar BKMT Kota Sorong yang telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi spiritual, moral, sosial, dan kemanusiaan.
“Atas nama pribadi, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar BKMT Kota Sorong yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting ini. Peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi merupakan momentum untuk melakukan refleksi spiritual, moral, sosial, dan kemanusiaan,” ujar Jemima.
Ia mengatakan, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin umat, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang berlandaskan kejujuran, kasih sayang, keadilan, kesederhanaan, ilmu pengetahuan, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Nilai-nilai tersebut, kata Jemima, memiliki dimensi universal dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh masyarakat dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis.
Ia menekankan bahwa kemajuan suatu masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, pembangunan infrastruktur maupun kemampuan birokrasi. Lebih dari itu, kemajuan juga sangat bergantung pada kualitas manusia, karakter, integritas, etika, dan kemampuan menjaga hubungan sosial.
“Pembangunan tidak boleh hanya membangun fisik, tetapi juga harus membangun manusia. Ilmu pengetahuan memberikan kemampuan kepada manusia untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan. Tetapi moral dan nilai-nilai kemanusiaan memberikan arah mengenai apa yang seharusnya dilakukan,” jelasnya.
Jemima juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang membawa banyak manfaat sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat. Arus informasi yang begitu cepat, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring dan menggunakan informasi secara bijak.
Karena itu, ia mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan moral, empati, toleransi, disiplin dan kepedulian terhadap sesama.
“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bertanggung jawab. Kita membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, toleransi, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama,” tegas Jemima.
Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya lahir dari kekuasaan, tetapi juga dari kepercayaan. Demikian pula kecerdasan harus berjalan bersama kebijaksanaan, sementara keberhasilan pribadi harus diiringi kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.
Dalam konteks Kota Sorong yang memiliki masyarakat dengan latar belakang agama, suku dan budaya yang beragam, Jemima mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan dan toleransi.
“Kita boleh berbeda dalam keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh nilai-nilai kemanusiaan. Kita boleh berbeda dalam tradisi, tetapi kita dapat berjalan bersama dalam membangun kedamaian,” katanya.
Ia berharap keberagaman yang ada di Kota Sorong dapat terus menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Menurutnya, kehidupan masyarakat yang ideal adalah masyarakat yang religius dalam kehidupan, toleran dalam pergaulan, rasional dalam berpikir dan mengedepankan semangat gotong royong.
Jemima juga memberikan perhatian khusus terhadap peran BKMT Kota Sorong dalam kehidupan masyarakat. Ia berharap BKMT tidak hanya menjadi wadah pembinaan keagamaan, tetapi dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran keluarga, pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter dan penguatan kehidupan sosial.
“Peran perempuan sangat strategis dalam membangun peradaban. Keluarga adalah ruang pendidikan pertama, dan dari keluarga pula karakter generasi masa depan dibentuk,” ujarnya.
Menurut Jemima, memperkuat kualitas perempuan dan keluarga berarti turut memperkuat kualitas generasi serta masa depan daerah. Karena itu, ia mengajak BKMT menjadikan majelis taklim sebagai ruang yang mempertemukan iman dengan ilmu, spiritualitas dengan intelektualitas, serta kesalehan pribadi dengan kepedulian sosial.
Ia menegaskan bahwa keberagamaan tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga harus diwujudkan melalui hubungan yang baik dengan sesama manusia dan lingkungan.
Pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut, Jemima juga mengajak seluruh peserta untuk melakukan introspeksi diri dengan mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai keteladanan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sudahkah kita menjadi manusia yang lebih jujur? Sudahkah kita lebih menghargai perbedaan? Sudahkah kita lebih peduli terhadap mereka yang membutuhkan? Sudahkah ilmu yang kita miliki memberikan manfaat bagi masyarakat?” tuturnya.
Ia berharap hikmah Maulid Nabi dapat mendorong masyarakat Kota Sorong untuk membangun kehidupan yang lebih damai, adil, berilmu, berakhlak dan saling menghormati.
“Mari kita rawat kebersamaan di Kota Sorong. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan. Mari kita bangun generasi yang beriman, berilmu, berkarakter dan mampu menghadapi perubahan zaman,” ajaknya.
Jemima menambahkan, pembangunan masyarakat harus tetap berpijak pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
“Mari kita wujudkan masyarakat yang maju tanpa kehilangan jati diri, modern tanpa kehilangan moralitas, serta berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.
Menutup sambutannya, Penasehat BKMT Kota Sorong itu menyampaikan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya keluarga besar BKMT Kota Sorong.
Ia berharap peringatan tersebut membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, serta menginspirasi seluruh masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama.