Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Turnamen Sepak Bola Papua Barat Daya Trophy KU-15 Tahun 2026 resmi bergulir di Kota Sorong. Kompetisi yang diikuti 16 tim muda dari berbagai daerah ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan di lapangan hijau, tetapi juga diharapkan menjadi sarana pembinaan karakter serta upaya mencegah kenakalan remaja di kalangan generasi muda Papua Barat Daya. Kota Sorong (1/5/2026)
Turnamen yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat Daya tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di Lapangan Makorem 181/PVT. Pertandingan berlangsung di dua lokasi, yakni Lapangan Makorem 181/PVT dan Lapangan Doom, Distrik Sorong Kepulauan.
Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E. Pada kesempatan itu, Polda Papua Barat Daya juga menyerahkan bantuan bola kepada seluruh peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa mengatakan sepak bola merupakan media yang efektif untuk membentuk fisik, mental, disiplin, sportivitas, serta karakter generasi muda Papua Barat Daya.
“Kami melihat kegiatan ini sangat positif. Sepak bola merupakan olahraga yang sangat digemari anak-anak muda Papua. Karena itu, Polda Papua Barat Daya mendukung penuh kolaborasi dan koordinasi untuk kegiatan pembinaan seperti ini,” ujar Semmy.
Menurutnya, pembinaan olahraga tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang sehat, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.
“Olahraga membentuk anak-anak menjadi sehat, berkarakter, dan lebih siap di bidang apa pun, baik sebagai ASN, TNI-Polri maupun profesi lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, tugas kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan pembinaan dan kemitraan sosial.
“Kepolisian tidak hanya menegakkan hukum. Kami juga hadir menjaga kamtibmas. Pembinaan seperti ini menjadi ruang komunikasi yang positif dengan komunitas olahraga dan generasi muda,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa turnamen KU-15 harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di daerah. Ia mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan selama kompetisi berlangsung.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan generasi muda Papua Barat Daya agar tumbuh sehat, disiplin, sportif, dan berkarakter,” kata Elisa.
Ia juga memberikan motivasi kepada para pemain muda agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun semangat kerja sama tim.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Kalian adalah generasi penerus Papua Barat Daya. Tunjukkan kemampuan, semangat juang, kerja sama tim, dan sportivitas yang tinggi selama mengikuti turnamen ini,” pesannya.
Ketua Panitia Turnamen, Elvis Howay, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini dilatarbelakangi keinginan menghadirkan ruang pembinaan yang aman dan produktif bagi anak-anak Papua Barat Daya. Menurutnya, sepak bola dapat menjadi instrumen efektif dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam berbagai perilaku negatif.
“Sepak bola menjadi sarana penyelamat generasi Papua. Kami berharap lima tahun ke depan hasil pembinaan ini sudah dapat terlihat secara nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama turnamen tersebut adalah memutus mata rantai kenakalan remaja yang kerap dipicu oleh pengaruh minuman keras, narkoba, pergaulan bebas, hingga tindakan kriminal.
“Sepak bola menjadi sarana efektif agar anak-anak terhindar dari miras, narkoba, pergaulan bebas, dan berbagai hal negatif lainnya,” tegas Elvis.
Sebanyak 16 tim peserta dibagi ke dalam empat grup yang masing-masing berisi empat tim. Tim-tim terbaik akan bersaing hingga babak delapan besar, semifinal, dan final. Panitia menyiapkan total 32 pertandingan selama turnamen berlangsung.
Sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan, panitia juga telah merencanakan kompetisi kelompok usia 19 tahun pada Juli 2026. Selain itu, peluang penyelenggaraan turnamen kelompok usia 13 tahun juga tengah dipersiapkan apabila dukungan sponsor tersedia.
Pada pertandingan pembuka, Safcom FC tampil meyakinkan dengan mengalahkan Persemar Malaumkarta dengan skor 3-0. Hasil tersebut menjadi awal kompetisi yang diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta sepak bola muda sekaligus membentuk mental kompetitif yang sehat bagi generasi penerus Papua Barat Daya.
Sejumlah pejabat turut menghadiri pembukaan turnamen tersebut, di antaranya Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat Daya Bernadus Asmuruf, perwakilan Danrem 181/PVT, Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin, anggota DPRD Papua Barat Daya Robby Wanma, serta para pelatih dan ofisial tim peserta.
Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, menyampaikan bahwa Polda Papua Barat Daya akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada pembinaan generasi muda, termasuk melalui bidang olahraga.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap lahir generasi muda Papua Barat Daya yang sehat, berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar Kompol Jenny.
Turnamen Papua Barat Daya Trophy KU-15 Tahun 2026 kini menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan komunitas olahraga dalam membangun masa depan generasi muda Papua Barat Daya melalui jalur pembinaan yang positif, terarah, dan berkelanjutan.