Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Madrasah Aliyah Negeri 2 Maluku Tengah menyelengarakan ujian tahfiz bagi para siswa-siswi yang mengikuti program Festival Qur’ani Tahun 2025 di Masohi pada Kamis, (20/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Komite La Baiena beserta jajaran pengurus termasuk Sekretaris dan Bendahara.
Hal tersebut menunjukkan komitmen besar dari Komite dan pihak sekolah yang selalu bersinergi dalam mendukung setiap kegiatan dan proses pendidikan yang ada di MAN 2 Maluku Tengah.
Dalam sambutnya La Baiena menegaskan pentingnya memahami program (Ujian Tahfiz) ini sebagai sebuah kemajuan bersama dalam mendidik anak-anak para generasi Qur’ani dalam upaya menjaga kemurnian Al Qur’an.
Dikatakannya “acara ini bukan sekedar agenda tahunan, tetapi sebuah perayaan iman, kesungguhan, dan kerja keras anak-anak kita dalam menghafal, menjaga dan mengamalkan kalam Allah yang mulia,” kata La Baiena.
Sebagai Ketua Komite, lanjut ia menambahkan “saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Terlebih, kata ia “kepada para guru pembimbing, terimakasih atas dedikasinya yang tak kenal lelah. Melalui tangan-tangan anda, generasi Qur’ani dibentuk dengan penuh kesabaran. Dan kepada orang tua, teruslah mendampingi anak-anak dengan do’a dan dukungan,” ucapnya.
Sebelum mengakhiri penyampaian sambutannya, beliau berharap “kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik MAN 2 Maluku Tengah untuk terus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Semoga madrasah ini semakin maju, semakin berprestasi, dan menjadi pusat lahirnya generasi berakhlak mulia serta berprestasi unggul,” tutup La Baiena.
Diketahui sebelumnya, program Festival Qur’ani yang digelar MAN 2 Maluku Tengah sudah berlangsung selma 4 hari yakni sejak tanggal 17 hingga 20 November.
Kepada media Melanesia Times di Masohi, Kepala Sekolah MAN 2 Maluku Tengah Harman Muh Ali mengatakan “program Festival Qur’ani ini di dalamnya dirangkai dengan kegiatan asesmen tahfiz, tahsin, dan hatamul qur’an,” kata Harman saat dihubungi melalui saluran telepon pribadinya.
Saat ditanyai seputar tim penguji, kata Harman “semuanya berasal dari asrama. Hal ini kami lakukan agar standar penilaian yang ada di asrama juga sama dengan saat menguji anak-anak yang berada di luar asrama,” tambahnya.
Untuk peserta tahfiz yang ujian di hari ini, sambung Harman menyampaikan “terfokus pada anak-anak yang berada di luar asrama (tahfiz di rumah masing-masing) dan kami telah melakukan pendamping selama 3 bulan. Sehingga dari 90 orang yang mengikuti program ini kami kemudian memperoleh 47 orang yang terbaik untuk menjalani ujian pada hari ini,” ungkap Harman.
Kegiatan Festival Qur’ani dengan tema menghidupkan semangat Qur’ani dalam pembelajaran dan prestasi madrasah merupakan program rutin yang harus terus disupport.
Sebab melalui program semacam ini, generasi Islam secara langsung telah diberikan pemahaman betapa pentingnya menjaga dan mencintai Al Qur’an.
Pada kesempatan tesebut, pihak Komite juga berkesempatan memberikan bantuan 2 mic penunjang kegiatan yang diserahkan oleh Sekretaris dan Bendahara Komite.
Yakni 1 buah mic podium dan 1 buah mic panjang berdiri. “semoga apa yang Komite berikan dapat bermanfaat bagi sekolah dalam menjalankan program-program pembelajaran yang bermutu bagi para siswa,” kata La Baiena.
Turut hadir dalam kegiatan ini para guru MAN 2 Malteng, orang tua wali siswa yang datang mendampingi anak-anak mengikuti ujian, dan 47 orang peserta tahfiz. (HUAT)