Melanesiatimes.com – Ratusan Mahasiswa bersama rakyat yang tergabung dalam Pergerakan Aktivis Mahasiswa Indonesia/PAMI menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024).
Dalam aksi tersebut, PAMI membawa sejumlah tuntutan diantaranya adalah menolak wacana digulirkannya hak angket kecurangan pemilu di DPR serta menolak ajakan serta provokasi yang berkaitan dengan pemakzulan Presiden Joko widodo.
“Kami mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PAMI mengecam keras serta menolak wacana hak angket dugaan kecurangan Pemilu di DPR karena hal tersebut jelas keliru dan inkonstitusional”, kata Rafli Maulana selaku Kordinator Nasional PAMI di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat, 1/3/2024.
Selanjutnya PAMI juga berpandangan wacana hak angket di DPR dapat memantik ketegangan di tengah masyarakat dan wacana tersebut juga dinilai hanya mengedepankan kepentingan elektoral semata.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Papua Sedih \"Menjemput Harapan\"🖤
“Kita ketahui bersama kawan – kawan, pasca selesainya pemilu ini yang diinginkan rakyat adalah para elite politik menghormati hasil pemilu sebagai kehendak rakyat, lalu terwujudnya kondisi Bangsa yang aman, damai dan sejuk”, tegas Rafli.
Terakhir PAMI mengingatkan bahwa segala hal yang timbul berkaitan dengan proses dan hasil pemilu 2024 seharusnya dibawa ke Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi/MK sebagai lembaga yang mempunyai wewenang serta diamanatkan oleh Undang – Undang untuk menyelesaikan hal tersebut.
“Hak Angket di DPR itu keliru, karena seharusnya segala hal yang berkaitan tahapan dan hasil Pemilu 2024 dibawa ke Bawaslu dan MK sesuai amanat Undang – Undang”, pungkas Rafli.
Dari pantauan awak media PAMI membawa sejumlah seruan dan tuntutan dalam aksinya yakni: