Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Sebanyak 16 mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) melaksanakan kunjungan lapangan (field trip) ke lahan kemitraan Cetak Sawah Rakyat (CSR) milik Yonif TP 806/Satya Inyomusi di kawasan SP-2 Klaru, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya pada Rabu (29/7/2026)
Kegiatan edukatif tersebut bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan lahan pertanian produktif, penerapan teknologi budidaya modern, serta pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan TNI dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Dalam kunjungan itu, para mahasiswa didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ajang Maruapey, S.P., M.P., dan disambut langsung oleh Perwira Yonif TP 806/Satya Inyomusi, Letda Inf. Andi Haeruddin Yakup.
Lahan kemitraan Cetak Sawah Rakyat yang dikelola Yonif TP 806/Satya Inyomusi menjadi salah satu bentuk dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, sekaligus mendampingi masyarakat mengembangkan sektor pertanian di Tanah Papua.
Letda Inf. Andi Haeruddin Yakup mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang terjun langsung mempelajari pengelolaan pertanian di lapangan.
“Pengelolaan lahan CSR ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga ketahanan pangan wilayah. Melalui kehadiran rekan-rekan mahasiswa Agroteknologi, kami berharap terjalin pertukaran ilmu antara teori akademis dari kampus dengan praktik pengelolaan lahan yang diterapkan prajurit di lapangan,” ujar Letda Andi.
Sementara itu, Dr. Ajang Maruapey menilai pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga harus diperkuat melalui praktik langsung.
“Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kami terus mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman nyata. Di lahan CSR Yonif TP 806 ini mereka dapat melihat secara langsung manajemen penataan lahan, kedisiplinan dalam perawatan tanaman, hingga berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian di kawasan persawahan SP-2 Klaru,” jelasnya.
1 / 5
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
Video Viral
👇👇👇
AG Bantu Bahan Bangunan
Rumah Kumuh Kota Sorong
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Anak Sorong Aurora🖤
Video Viral
👇👇👇
Yanto Ijie
Sambangi Rumah Kumuh Kota Sorong
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Yonif TP 806/Satya Inyomusi yang telah membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia pertanian yang berkualitas.
Usai meninjau lahan CSR, rombongan mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Markas Yonif TP 806/Satya Inyomusi di SP-1 Tugu Merah. Di lokasi tersebut, mereka melihat secara langsung kebun percontohan terpadu yang mengembangkan berbagai komoditas tanaman pangan, hortikultura, hingga peternakan sebagai contoh penerapan sistem pertanian terpadu dan berkelanjutan.
Mahasiswa dan TNI lakukan kunjungan ke lokasi kebun percontohan.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para peserta. Salah seorang mahasiswa, Elisabeth Putri Lisya Bota, mengaku terkesan dengan tata kelola lahan yang dinilai tertata rapi dan produktif.
“Kunjungan ini sangat membuka wawasan kami. Penataan lahan CSR di sini sangat rapi dan produktif. Kami belajar banyak tentang penerapan teknik budidaya tanaman pangan secara disiplin dan terstruktur,” ungkap Putri.
Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Dian Fatma Sari. Ia mengatakan pengalaman berdiskusi langsung dengan prajurit TNI memberikan motivasi baru untuk lebih mendalami ilmu pertanian.
“Biasanya kami hanya menerima teori di ruang kuliah, tetapi hari ini kami bisa berdiskusi langsung dengan Pak Letda dan jajaran prajurit. Ternyata ketahanan pangan membutuhkan kerja keras dan kolaborasi nyata. Kegiatan seperti ini membuat kami semakin bersemangat mendalami ilmu Agroteknologi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara Universitas Muhammadiyah Sorong dan Yonif TP 806/Satya Inyomusi diharapkan terus berlanjut sebagai wadah pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi di bidang pertanian, sekaligus melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Sorong dan Papua Barat Daya.