Melanesiatimes.com, Pulau Raam -Anggota DPRK Kota Sorong melaksanakan kegiatan Reses tahap II di Pulau Raam, yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRK, Syahrir Nurdin, bersama enam anggota lainnya. Muhammad Rum Rumonim, Alexander Kambuaya, Derek Fredik Wamea, Deonisia Beruat Warin, Muda Situmorang, dan Rinoldy Rumfeka. Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan keluhan dari masyarakat Pulau Raam. Kamis (03/07/2025).
Dalam pertemuan tersebut, warga Pulau Raam menyampaikan berbagai masalah yang mereka hadapi. Salah satu isu utama yang diangkat adalah kondisi infrastruktur lingkungan. Warga mengeluhkan buruknya keadaan jalan di daerah tersebut, yang dianggap sangat mempengaruhi mobilitas sehari-hari.
Tak hanya itu, warga juga mengungkapkan perlunya transportasi laut khusus untuk keadaan darurat, terutama saat ada orang sakit yang perlu segera dibawa ke rumah sakit. Keterbatasan akses transportasi menjadi masalah serius yang mempengaruhi keselamatan warga.
Aspek kesehatan juga menjadi sorotan. Warga melaporkan adanya kasus malaria tetapi mengaku tidak adanya persediaan obat malaria di fasilitas kesehatan setempat. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi anggota DPRK, yang berjanji untuk mengatasi masalah ini sesegera mungkin.
Keamanan lingkungan juga menjadi masalah besar di Pulau Raam. Warga melaporkan banyaknya kasus pencurian yang terjadi, termasuk di rumah warga, pos pelayanan desa (polindes), dan sekolah. Mereka merasa sangat membutuhkan peningkatan keamanan agar rasa aman dapat kembali pulih.
Warga menyarankan perlunya penambahan personil keamanan untuk menjaga kondisi keamanan di daerah mereka. Situasi ini telah membuat masyarakat merasa cemas dan khawatir akan keselamatan harta benda mereka.
Selain itu, masalah ekonomi pun tak luput dari perhatian. Masyarakat mengeluhkan harga ikan yang dibeli oleh perusahaan di bawah harga normal. Hal ini sangat merugikan para nelayan lokal yang bergantung pada hasil tangkapan ikan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Video Viral
👇👇👇
AG Bantu Bahan Bangunan
Rumah Kumuh Kota Sorong
Warga berharap adanya solusi yang dapat diberikan agar harga ikan dapat ditingkatkan dan memberikan keuntungan yang lebih bagi nelayan. Salah satu usulan dari DPRK adalah pembentukan kelompok nelayan. Dengan cara ini, mereka dapat saling mendukung dan memperkuat posisi tawar di pasar.
Syahrir Nurdin mengapresiasi semua masukan dari warga dan berjanji untuk menyampaikan semua aspirasinya kepada pemerintah daerah. “Kami akan membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi agar dapat dicari solusi yang tepat,” ujarnya.
Dengan reses ini, diharapkan hubungan antara anggota DPRK dan masyarakat semakin erat, serta aspirasi warga dapat terwujud dalam kebijakan yang menguntungkan. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen DPRK Kota Sorong untuk selalu mendengar dan memperhatikan kebutuhan masyarakatnya.
DPRK juga mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan. Kesadaran dan partisipasi aktif dari warga sangat penting agar segala permasalahan yang ada dapat teratasi dengan baik.
Reses ini diakhiri dengan penegasan untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan isu yang diangkat, serta harapan besar agar ke depan Pulau Raam dapat lebih baik dalam berbagai aspek, termasuk infrastruktur, kesehatan, keamanan, dan ekonomi.
Semoga dengan langkah-langkah yang diambil, Pulau Raam dapat menjadi daerah yang lebih sejahtera dan aman bagi semua warganya.