Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong transformasi digital dalam sektor pariwisata, khususnya melalui penguatan promosi destinasi wisata berbasis media sosial.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Influencer Gathering yang digelar di Universitas Kristen Papua (UKIP) Kota Sorong, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini secara khusus menyasar generasi muda Orang Asli Papua (OAP) agar mampu menjadi influencer sekaligus kreator konten pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, mengatakan penggunaan influencer menjadi salah satu strategi promosi yang dinilai relevan dengan perkembangan perilaku wisatawan saat ini, terutama kalangan Generasi Z.
“Wisata sekarang terus kita dorong untuk masuk ke sistem digitalisasi pariwisata. Pengembangan wisata digital itu termasuk dalam hal promosi. Kita mau dorong sekarang promosi menggunakan influencer,” kata Yusdi.
Menurutnya, wisatawan dari kalangan Gen Z cenderung lebih banyak mencari informasi melalui media sosial dibandingkan mengandalkan pola promosi konvensional seperti iklan televisi maupun media tradisional lainnya.
“Kenapa influencer? Karena ini sedang menjadi tren dunia. Wisatawan Gen Z sekarang lebih suka mendapatkan informasi dari influencer dan media sosial. Mereka tidak terlalu banyak terlibat dalam iklan-iklan tradisional,” jelasnya.
Yusdi menilai Papua Barat Daya memiliki potensi besar karena telah memiliki sejumlah influencer muda, khususnya dari kalangan OAP. Karena itu, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas mereka agar dapat menghasilkan konten promosi wisata yang kreatif dan berkualitas.
“Tahun ini kita mau dorong. Ini merupakan pertemuan kedua, setelah yang pertama dua tahun lalu. Sekarang kita dorong khusus anak-anak Orang Asli Papua, teman-teman yang masih muda untuk menjadi influencer,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan dari instruktur yang memiliki pengalaman di bidang pembuatan konten digital. Selain peningkatan kapasitas, Disparekraf Papua Barat Daya juga memberikan dukungan peralatan kepada tim influencer untuk menunjang aktivitas pembuatan konten di berbagai destinasi wisata.
Kadisparekraf Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo turut menyerahkan secara langsung sejumlah alat pendukung kepada tim influencer. Peralatan tersebut terdiri dari satu unit smartphone, tripod, dan mikrofon.
“Para influencer ini kita bekali dengan sarana yang bisa membuat konten dengan baik. Ada smartphone, tripod, mikrofon dan sebagainya, sehingga mereka bisa melakukan atau membuat konten, termasuk melakukan streaming dari objek wisata,” jelas Yusdi.
Menurutnya, dukungan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kreativitas para influencer dalam mempromosikan destinasi wisata Papua Barat Daya secara lebih menarik dan kekinian.
Yusdi mencontohkan, para influencer dapat melakukan siaran langsung dari sejumlah destinasi wisata seperti kawasan mangrove, Tanjung Kasuari maupun Pantai Sop. Melalui konten dan siaran langsung tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung aktivitas maupun kondisi destinasi wisata.
“Misalnya streaming dari mangrove, Tanjung Kasuari atau Pantai Sop. Itu akan membuat orang melihat secara langsung bahwa di sana sedang ada kegiatan wisata. Sehingga bisa menggugah orang untuk datang berkunjung ke suatu tempat wisata,” tuturnya.
Disparekraf Papua Barat Daya menargetkan sebanyak 15 influencer muda OAP dapat dibina melalui program tersebut. Mereka diharapkan konsisten berkarya dan mampu memperkenalkan berbagai potensi wisata Papua Barat Daya hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Yusdi mengatakan, para peserta nantinya tidak hanya diarahkan untuk membuat konten mengenai destinasi wisata alam, tetapi juga dapat mengangkat kekayaan budaya serta berbagai potensi ekonomi kreatif yang ada di wilayah Papua Barat Daya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Disparekraf Papua Barat Daya menggandeng UKIP Kota Sorong. Yusdi mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif dan promosi digital pariwisata.
“Kita bekerja sama dengan UKIP karena para pelatih di sini sudah cukup tersedia. SDM di UKIP luar biasa, dan saya pikir kerja sama kita dengan UKIP akan terus kita lanjutkan ke depan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberadaan tenaga pelatih dan instruktur di Papua Barat Daya menjadi modal penting untuk meningkatkan kapasitas generasi muda tanpa harus selalu mendatangkan tenaga pelatih dari luar daerah.
“Kita tidak perlu mendatangkan dari Jawa. Di Papua sendiri, di Sorong, UKIP sudah siap untuk terus berkolaborasi dengan kami. Mereka menyiapkan para pelatih dan instruktur yang bisa mendorong influencer di Tanah Papua, khususnya Papua Barat Daya, untuk terus belajar dan menghasilkan karya-karya konten yang luar biasa,” tutupnya.