RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — Warga Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mulai merasakan dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Penurunan debit sejumlah sumber air menyebabkan kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih semakin meningkat.
Cuaca panas yang disertai rendahnya curah hujan turut memperburuk kondisi tersebut. Menanggapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat mengambil langkah untuk membantu masyarakat terdampak.
Kepala BPBD Raja Ampat, Guntur Tamima, mengatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Salawati Tengah yang terdampak kekeringan.
“Kami terus memantau kondisi masyarakat dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Guntur Tamima.
Sebagai bagian dari penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Raja Ampat telah diterjunkan ke wilayah Salawati Tengah sejak empat hari lalu. Tim tersebut melakukan pemantauan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.
Sejumlah kampung di Distrik Salawati Tengah yang turut terdampak kekeringan antara lain Kalobo, Sakabu, Waibu, Waijan, Wailabu, Wailen, dan Waimeci. Kondisi sumber air di wilayah tersebut menjadi perhatian karena masyarakat membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam pelaksanaan distribusi, BPBD Raja Ampat menyampaikan bahwa kendaraan yang digunakan untuk mengangkut bantuan air bersih merupakan kendaraan sewaan.
Kekeringan terjadi seiring berlangsungnya musim kemarau. Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kering masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat Daya, meskipun hujan lokal masih berpeluang turun di beberapa daerah.
Selain mengurangi ketersediaan air bersih, kondisi lahan yang semakin kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Warga Salawati Tengah diimbau menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.
Pemerintah daerah melalui BPBD diharapkan terus memantau kondisi masyarakat terdampak dan memastikan bantuan air bersih menjangkau kampung-kampung yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau berlangsung.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga di tujuh kampung sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kemarau panjang.