Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengapresiasi capaian kontingen Papua Barat Daya dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang telah resmi ditutup pada 28 Juni 2026. Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Papua Barat Daya berhasil meraih posisi juara II.
Pernyataan tersebut disampaikan Barnabas Dowansiba yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat usai menghadiri Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya pada Sabtu (4/7/2026).
Barnabas mengatakan prestasi yang diraih tersebut menjadi kebanggaan bersama dan diharapkan dapat terus dipertahankan, tidak hanya sebagai capaian dalam sebuah kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan dan pemuliaan kepada Tuhan.
“Prestasi yang telah diraih ini kiranya dapat dipertahankan, bukan hanya pada saat perlombaan saja, tetapi terus dijaga demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Puji-pujian kepada Tuhan tidak hanya dilakukan ketika ada kompetisi, tetapi harus terus dipelihara dalam kehidupan jemaat dan gereja di daerah masing-masing,” ujar Barnabas.
Ia juga berharap kontingen Papua Barat Daya dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga mampu meraih hasil yang lebih baik pada penyelenggaraan Pesparawi berikutnya pada tahun 2029.
Video Viral
👇👇👇
AG Bantu Bahan Bangunan
Rumah Kumuh Kota Sorong
“Khusus bagi Papua Barat Daya, apa yang telah direbut saat ini kiranya dapat dipertahankan. Harapan kami, pada penyelenggaraan tahun 2029 nanti dapat meraih prestasi yang lebih tinggi dan menjadi juara,” katanya.
Menurut Barnabas, penyelenggaraan Pesparawi merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Melalui kegiatan tersebut, umat Kristiani di Provinsi Papua Barat maupun Papua Barat Daya mendapatkan wadah pembinaan spiritual melalui seni puji-pujian gerejawi.
“Kementerian Agama memandang Pesparawi sebagai bagian dari pembinaan yang melekat. Melalui lembaga Pesparawi, umat memperoleh pembinaan rohani melalui puji-pujian yang dilaksanakan secara berkesinambungan,” ungkapnya.
Barnabas menambahkan, dukungan Kementerian Agama terhadap penyelenggaraan Pesparawi tidak hanya bersifat moral, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan anggaran yang signifikan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan kehidupan keagamaan di daerah.
“Kementerian Agama sungguh peduli terhadap kegiatan Pesparawi. Dukungan itu tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari Kementerian Agama yang turut memberikan dukungan pembiayaan dalam penyelenggaraannya. Ini menunjukkan komitmen kami dalam mendukung pembinaan umat melalui kegiatan keagamaan,” tutup Barnabas.