Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., mengapresiasi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya yang dinilai berhasil memadukan syiar Islam dengan kekayaan budaya lokal masyarakat Papua.
Apresiasi tersebut disampaikan Muchlis saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya di Arena Utama MAN Kota Sorong, Rabu malam (1/7/2026). Menurutnya, penyelenggaraan MTQ di Papua Barat Daya menghadirkan pesan penting bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat berkembang selaras dengan tradisi dan kearifan lokal yang telah hidup di tengah masyarakat.
“Papua Barat Daya memiliki alam yang indah, masyarakat yang majemuk, tradisi yang kaya, serta nilai-nilai persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat. Semua itu adalah anugerah Allah yang harus kita jaga bersama. Al-Qur’an hadir untuk menerangi, menguatkan, dan menyempurnakan nilai-nilai luhur yang telah tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Muchlis.
Ia menilai kolaborasi antara seni budaya Papua dengan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi gambaran nyata bahwa Islam dapat tumbuh dan berkembang tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat, sebagaimana pendekatan dakwah yang pernah dilakukan para Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Pulau Jawa.
Muchlis secara khusus memberikan apresiasi terhadap penampilan Sanggar Nani Billy pada seremoni pembukaan MTQ yang menampilkan tarian dan seni budaya Papua. Menurutnya, pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan masyarakat asli Papua dalam mengenal Islam dan Al-Qur’an, namun tetap mempertahankan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Ini adalah contoh yang sangat baik bagaimana syiar Islam dikemas melalui pendekatan budaya. Nilai-nilai Al-Qur’an dapat hidup di tengah masyarakat tanpa menghilangkan jati diri budaya Papua,” katanya.
Video Viral
👇👇👇
AG Bantu Bahan Bangunan
Rumah Kumuh Kota Sorong
Lebih lanjut, Muchlis menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi juga merupakan sarana syiar Islam yang memiliki dimensi keagamaan, sosial, budaya, hingga ekonomi.
“MTQ adalah syiar, bukan sekadar lomba. MTQ telah menjadi pesta rakyat keagamaan yang di dalamnya terdapat dimensi keagamaan, sosial, ekonomi, dan budaya,” tegasnya.
Selain mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas dukungannya terhadap penyelenggaraan MTQ, Muchlis berharap komitmen pemerintah daerah terhadap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dapat terus diperkuat dan tidak berhenti pada pelaksanaan MTQ semata.
Menurutnya, LPTQ memiliki peran strategis dalam membina kemampuan baca tulis Al-Qur’an, mencetak qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta membangun pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda secara berkelanjutan.
“Kami berharap komitmen pemerintah daerah terus diperkuat, tidak hanya untuk pelaksanaan MTQ, tetapi juga untuk mendukung program pembinaan LPTQ secara berkelanjutan. Investasi terbaik adalah membangun manusia yang jujur, berkarakter, dan berakhlakul karimah melalui pendidikan Al-Qur’an,” ujarnya.
Muchlis juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Daya beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ Ke-II. Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah dan LPTQ dapat terus ditingkatkan sehingga pembinaan Al-Qur’an di Papua Barat Daya semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi Qurani yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Papua.