RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dilaporkan masih terjadi hingga Senin malam, 28 September 2026. Informasi tersebut disampaikan Stengling Saleo melalui laman Facebook pribadinya sekitar tiga jam sebelum berita ini diterbitkan, dengan melaporkan adanya api yang masih terlihat di kawasan perbukitan.
Dalam unggahannya, Stengling Saleo meminta perhatian Presiden Republik Indonesia agar pemerintah pusat membantu mengoordinasikan penanganan kebakaran. Permintaan itu disampaikan karena medan perbukitan yang tinggi dan sulit dijangkau membuat upaya pemadaman dengan kemampuan yang tersedia menghadapi kendala.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran kebakaran dapat meluas ke kawasan hutan dan lingkungan di sekitar permukiman serta wilayah pesisir Batanta.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Stengling Saleo menyebut masyarakat telah berupaya menangani kebakaran dengan sumber daya yang ada. Namun, keterbatasan akses menuju lokasi api menjadi salah satu persoalan utama dalam proses pemadaman.
Karena itu, melalui unggahan tersebut, Presiden diminta membantu mengoordinasikan pihak terkait agar dukungan penanganan dapat segera diarahkan ke lokasi terdampak.
Permohonan tersebut sekaligus menjadi seruan masyarakat agar kondisi kebakaran di Batanta mendapat perhatian lebih lanjut dari pemerintah, terutama untuk memastikan perkembangan situasi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, luas area terdampak dan perkembangan terkini kebakaran masih menunggu verifikasi dari pihak berwenang. Warga berharap penanganan segera diperkuat guna mencegah api meluas dan melindungi kawasan hutan serta lingkungan Batanta.