Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maluku Tengah, ditambah musibah kebakaran yang terjadi di beberapa lokasi, mendorong umat Islam di Kota Masohi melaksanakan Sholat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan dari Allah SWT.
Sholat sunnah yang dikhususkan untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Maluku Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Pelaksanaan Sholat Istisqa ini merupakan ikhtiar Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah dalam menindaklanjuti arahan dan imbauan Kementerian Agama RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyikapi kondisi cuaca panas dan kekeringan yang terjadi.
Kepala MAN 2 Maluku Tengah, Harman Muh Ali, menyampaikan rasa syukur karena Sholat Istisqa dapat dipusatkan di lingkungan madrasah yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, hari ini sudah terlaksana Sholat Istisqa yang diamanahkan kepada kami selaku tuan rumah. Kami bersyukur kegiatan sebesar ini yang melibatkan Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah dapat diselenggarakan di MAN 2 dan berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Menurut Harman, kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang terjalin antara pihak madrasah dengan Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah.
“Dalam menyiapkan segala kebutuhannya, kami juga melibatkan beberapa madrasah yang ada di Kota Masohi untuk sama-sama saling membantu menyiapkan kelengkapan sholat dan fasilitas penunjang lainnya,” jelas Harman.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Gani Wael, mengatakan Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon perlindungan sekaligus turunnya hujan sebagai berkah dari Allah SWT di tengah kondisi kekeringan dan musibah kebakaran.
“Ini bentuk cobaan serta ujian dari Allah SWT agar kita selalu mengintrospeksi diri atas segala dosa yang telah kita perbuat,” kata Abdul Gani.
Ia menambahkan, kondisi kekeringan yang terjadi hendaknya menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melakukan introspeksi diri.
“Mungkin saja ini adalah teguran dari Allah agar kita kembali ingat kepada-Nya,” tambahnya.
Abdul Gani berharap pelaksanaan Sholat Istisqa mendapat ridho Allah SWT dan menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat agar wilayah Maluku Tengah segera memperoleh curahan hujan sebagai berkah yang menyelamatkan, bukan justru menjadi musibah.
“Mari berikhtiar dan selalu panjatkan doa kepada Allah SWT agar kita mendapatkan anugerah hujan. Sebab, tidak ada yang sulit jika Allah berkehendak,” ucapnya.
Sholat Istisqa tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan dan pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Tengah, para guru, pelajar, serta masyarakat Kota Masohi.
Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang berlangsung. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengajak umat memperbanyak doa dan introspeksi diri serta meningkatkan kepedulian dalam menjaga lingkungan dari berbagai potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran. (HUAT)