RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Perusahaan Pelaksanaan pembangunan talud di Kampung Atkari, Distrik Misool Utara Kabupaten Raja Ampat, beri klarifikasi terkait kondisi bangunan yang ambruk, Sabtu (25/4/26).
Direktur CV Willys Jaya menerangkan terkait Kondisi yang terjadi pada pembangunan talud di Distrik Misool Utara bukan unsur kesengajaan atau karena kualitas pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun, murni akibat cuaca yang cukup ekstrem pada tanggal 18 Maret 2026 lalu.
Kondisi Curah Hujan yang Deras Mengakibatkan Ambruknya Talud di Distrik Misool Utara
”pada 18 Maret 2026 itu kondisi curah hujan cukup deras sehingga mengakibatkan kerusakan pada talud,” ungkap Elva A Watem Direktur CV Willys Jaya, Sabtu (25/4/26)
Terkait 100 persen pekerjaan yang disebutkan di salah satu portal media. Elva menegaskan bahwa, pekerjaan tersebut sudah melewati masa pemeriksaan baik Inspektorat maupun BPK sehingga anggaranya disesuaikan dengan bobot pekerjaan.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
Bahkan menurutnya, dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh inspektorat maupun BPK terdapat kelebihan volume kerja. Selain itu, pihaknya selaku Direktur CV Willys Jaya berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan talud tersebut.
”Kami tetap menyelesaikan. Tidak ada alasan untuk tidak diselesaikan ini juga masih dalam tahapan pemeliharaan hingga mei 2026,” ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, pihak perusahaan menyebutkan bahwa, pekerjaan talud di kampung Atkari Distrik Misool Utara masih dalam tahapan pemeliharaan hingga hingga mei 2026.