Melanesiatimes.com, Masohi -Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah yang semula dijadwalkan berakhir pada Rabu pukul 12.00 WIT, hingga kini masih berlangsung alot dan penuh dinamika.
Perdebatan panjang terjadi akibat tarik ulur sejumlah poin pembahasan, khususnya terkait regulasi rekomendasi dari masing-masing kecamatan. Isu tersebut dinilai krusial karena harus memiliki dasar legalitas yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam forum Musda.
Situasi semakin kompleks setelah Ketua Panitia, Izac Sitaniapesy, mengaku kebingungan terkait keberlanjutan teknis kegiatan, terutama menyangkut tempat pelaksanaan dan akomodasi peserta.
“Musda tetap berlanjut meskipun sudah melewati batas waktu yang ditetapkan panitia sejak awal. Karena belum selesai, kami harus berkoordinasi ulang untuk menentukan lokasi selanjutnya, sebab tempat yang digunakan saat ini hanya sampai hari ini,” ujar Izac kepada awak media usai sidang diskors.
Ia menegaskan, persoalan tempat menjadi hal penting, bukan hanya untuk kelangsungan forum, tetapi juga terkait kebutuhan penginapan peserta.
“Bukan hanya forum musyawarah, tetapi juga tempat menginap peserta. Kalau tidak, mereka mau istirahat di mana?” tambahnya.
Tonton Juga Lagu Terbaru Anak Sorong
👇👇👇
Antara Hidup dan Akhir Hayat
Kondisi ini berbanding terbalik dengan harapan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar A. Lessy, yang sebelumnya optimistis Musda dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Musda pada Selasa (21/04/2026).
“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya yang tidak sempat tuntas di tingkat kabupaten. Namun kali ini kami berharap Musda bisa berjalan lancar dan selesai di daerah,” ujar Lessy.
Meski demikian, panitia tetap berkomitmen mendukung seluruh proses yang berlangsung sebagai bagian dari dinamika organisasi. Namun, mereka juga mengaku khawatir jika Musda terus berlarut-larut tanpa kepastian.
Izac mengingatkan bahwa perencanaan awal hanya mencakup penyewaan tempat dan akomodasi peserta selama satu hari.
“Jika kegiatan ini terus berlanjut, tentu kami harus siap dengan konsekuensi tambahan anggaran,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, forum Musda masih dalam kondisi skorsing berdasarkan kesepakatan peserta. Sidang dijadwalkan kembali dilanjutkan pada pukul 20.00 WIT atau setelah salat Isya, bertempat di Aula Pertemuan Lounussa Beach, Jalan Christina Martha Tiahahu, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. (HUAT)