Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Pemerintah Kota Sorong terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan investasi daerah melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Anggrek, Kantor Wali Kota Sorong pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi., M.M., bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah dan perwakilan instansi terkait lainnya.
Dalam forum tersebut, berbagai potensi investasi di Kota Sorong menjadi topik utama pembahasan, termasuk pentingnya membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan para investor.
Ruddy R. Laku dalam kesempatan itu menegaskan bahwa perencanaan investasi harus dilakukan secara matang dan terarah agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi daerah. “Investasi yang baik adalah investasi yang direncanakan dengan jelas, mengikuti regulasi, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” ujarnya.
Selain itu, rencana pembangunan rumah sakit internasional turut menjadi sorotan dalam diskusi. Proyek ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menarik wisatawan mancanegara.
Salah satu peserta FGD menyampaikan bahwa kehadiran rumah sakit bertaraf internasional dapat menjadi daya tarik baru bagi Kota Sorong. “Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan ekonomi daerah melalui sektor wisata medis,” ungkapnya.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Papua Sedih \"Menjemput Harapan\"🖤
Namun demikian, tantangan yang dihadapi rumah sakit lokal juga menjadi perhatian serius, khususnya terkait pelayanan pasien BPJS yang masih memerlukan peningkatan di berbagai aspek.
Dalam diskusi juga terungkap bahwa masih banyak investor yang sebenarnya memiliki kesiapan pendanaan, namun belum mendapatkan informasi yang memadai terkait peluang investasi di Kota Sorong.
Menanggapi hal tersebut, peserta FGD menekankan pentingnya penyampaian informasi yang transparan dan akurat agar mampu menarik minat investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. “Ketersediaan data dan informasi yang jelas menjadi kunci utama dalam menarik kepercayaan investor,” ujar salah satu narasumber.
Di sisi lain, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga dinilai memiliki potensi besar sebagai bagian dari penguatan investasi daerah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, UKM diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Menutup kegiatan, seluruh peserta sepakat bahwa sinergi antara pemerintah dan investor harus terus diperkuat demi menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan. “Kolaborasi adalah kunci untuk mendorong pembangunan yang lebih maju dan merata di Kota Sorong,” tutupnya.