Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menunjukkan perannya dalam menjamin akses layanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat, termasuk peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Melalui program ini, peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan tanpa terkendala biaya. Jumat (17/4/2026).
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Kostadia Herlina (26), yang saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit usai menjalani operasi akibat radang usus buntu. Ia ditemui pada hari ketiga masa perawatannya di ruang rawat inap.
Kostadia menceritakan, awalnya ia mengalami keluhan asam lambung akut dan sempat mendapatkan penanganan di puskesmas tempat dirinya terdaftar.
“Waktu itu saya sakit asam lambung akut dan sempat dirawat di puskesmas, saya diinfus dan diberi obat,” ujarnya.
Namun setelah perawatan tersebut, ia justru merasakan nyeri hebat berupa keram di bagian perut bawah hingga membuatnya sulit bergerak. Melihat kondisi itu, tenaga kesehatan di puskesmas segera melakukan pemeriksaan lanjutan dan mengeluarkan surat rujukan ke rumah sakit agar dapat ditangani dokter spesialis.
Setibanya di rumah sakit, Kostadia langsung mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan pemeriksaan awal, dokter menemukan indikasi radang usus buntu. Untuk memastikan diagnosis, ia menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG), yang kemudian menunjukkan adanya pembengkakan pada usus.
“Dokter bilang kalau tidak cepat ditangani, bisa berbahaya dan jadi racun dalam tubuh,” katanya.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Kota Sorong Tempo Doloe🖤
Berdasarkan hasil tersebut, dokter segera menyarankan tindakan operasi. Proses operasi pun berjalan lancar dan kini Kostadia tengah menjalani masa pemulihan.
Ia mengaku bersyukur karena seluruh proses pelayanan, mulai dari puskesmas hingga operasi di rumah sakit, berjalan cepat dan tanpa hambatan biaya berkat Program JKN.
“Saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali, dari awal di puskesmas sampai operasi di rumah sakit. Saya sangat terbantu,” ungkapnya.
Sebagai warga yang tinggal di daerah terpencil, Kostadia merasa beruntung tetap bisa mengakses layanan kesehatan yang layak. Ia menilai kehadiran Program JKN memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
“Walaupun kami tinggal di daerah, kami tetap bisa mendapatkan pelayanan yang baik. Program ini sangat membantu kami masyarakat kecil,” tuturnya.
Ia pun berharap Program JKN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
“Semoga program ini terus ada dan bisa membantu lebih banyak orang, supaya semua masyarakat bisa berobat tanpa takut biaya,” tutupnya.