Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba, pergaulan negatif hingga paham radikalisme terus dilakukan Polresta Sorong Kota. Melalui program Quick Wins Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat, jajaran kepolisian menyambangi SMA Agustinus Kota Sorong untuk memberikan edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 07.15 WIT tersebut dipimpin Wakapolresta Sorong Kota AKBP Gleen Rooi Molle, S.I.K., M.H., mewakili Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan, S.I.K., M.H. Turut hadir kepala sekolah, para guru serta siswa-siswi SMA Agustinus Kota Sorong.
Dalam kegiatan Polisi Peduli Pendidikan itu, Wakapolresta memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, mulai dari pengenalan jenis dan golongan narkotika, dampak terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Ketergantungan, kerusakan fungsi otak, gangguan kesehatan hingga hilangnya kesempatan meraih cita-cita menjadi sejumlah dampak yang harus dipahami oleh para pelajar.
Karena itu, para siswa diminta tidak sekali-kali mencoba narkoba, baik karena rasa penasaran maupun pengaruh lingkungan pergaulan. Menurutnya, kemampuan menolak ajakan negatif merupakan salah satu bentuk perlindungan diri yang harus dimiliki setiap pelajar.
“Adik-adik sekalian adalah generasi penerus bangsa. Jangan pernah merusak masa depan hanya karena ingin mencoba sesuatu yang dapat membahayakan diri sendiri. Katakan tidak pada narkoba, fokuslah belajar, raih cita-cita, dan jadilah kebanggaan orang tua, keluarga serta masyarakat,” pesan AKBP Gleen Rooi Molle.
Selain memberikan pemahaman tentang narkoba, Wakapolresta juga mengingatkan pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Para siswa didorong untuk lebih selektif memilih teman, aktif mengikuti kegiatan positif, meningkatkan prestasi akademik serta menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan guru ketika menghadapi persoalan.
Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah turut menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, salah satunya kebiasaan sebagian siswa bermain biliar maupun gim di luar lingkungan sekolah ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Menanggapi hal itu, Wakapolresta mendorong penguatan koordinasi antara kepolisian, Satpol PP dan pihak sekolah. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar sekolah sekaligus mencegah keterlibatan mereka dalam kegiatan yang dapat mengganggu pendidikan.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah potensi penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar. Wakapolresta menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi, menghormati perbedaan, serta tidak mudah terpengaruh ajakan atau informasi yang mengarah pada tindakan ekstrem.
Para siswa juga diingatkan agar senantiasa menjaga persatuan dan kerukunan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap saling menghargai dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan memiliki rasa kebangsaan.
Kegiatan edukasi tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Wakapolresta mengajukan sejumlah pertanyaan kepada para siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi Kamtibmas yang disampaikan. Antusiasme terlihat dari para pelajar yang aktif memberikan jawaban. Beberapa siswa yang berhasil menjawab pertanyaan juga memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Melalui kegiatan ini, Polresta Sorong Kota berharap para pelajar tidak hanya memahami berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku disiplin, bertanggung jawab dan menjauhi tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Program Polisi Peduli Pendidikan sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polresta Sorong Kota untuk memperkuat kemitraan dengan lembaga pendidikan. Kehadiran polisi di sekolah diharapkan tidak sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pembinaan dan membangun kesadaran hukum sejak usia dini.
Dengan kolaborasi antara kepolisian, sekolah, keluarga dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan kondusif, sehingga generasi muda Kota Sorong dapat tumbuh menjadi pribadi berprestasi, berkarakter serta terbebas dari narkoba dan pengaruh paham ekstrem.